November 2, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

Bali Jagadhita Investment Forum 2026 Hadirkan 22 Proyek Strategis Bali & Nusa Tenggara kepada 35 Investor

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Kinerja investasi Bali terus menguat di tengah ketidakpastian global. Investasi Bali tumbuh 6,78% (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,47% (yoy), dengan kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian daerah. Sepanjang 2025, realisasi investasi PMA dan PMDN tercatat sebesar Rp42,82 triliun serta menyerap lebih dari 68 ribu tenaga kerja, menegaskan peran investasi sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Bali.

Di balik capaian tersebut, Bali masih menghadapi tantangan pemerataan dan kualitas investasi. Sebanyak 88% realisasi investasi masih terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, sementara 97% investasi didominasi sektor tersier. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan investasi yang lebih inklusif, merata, dan terdiversifikasi antarwilayah maupun sektor ekonomi.

BACA JUGA :  Yoga Bali Ikuti Fornas NTB 2025, Yayasan Kaori Welas Asih Support Dana Rp15 Juta

Bank Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) berkomitmen mendorong resiliensi dan peningkatan kualitas investasi guna mencapai Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui penyelenggaraan Bali Jagadhita Investment Forum 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani menyampaikan bahwa Bali Jagadhita Investment Forum 2026 merupakan forum promosi investasi proyek potensial yang ready to offer (IPRO) dari Balinusra yang mencakup berbagai sektor yaitu infrastruktur, hilirisasi, pariwisata, perdagangan, dan sektor unggulan lainnya. Menurut Achris, pendekatan kawasan Balinusra dilakukan untuk memperkuat konektivitas ekonomi regional dan menciptakan peluang investasi yang saling melengkapi antarwilayah.

Rangkaian kegiatan Bali Jagadhita Investment Forum 2026 terdiri dari showcasing proyek unggulan seBali, serta Nusa Tenggara sebagai kawasan yang terintegrasi, one on one business meeting antara project

owner dan calon investor, serta site visit ke KEK Kesehatan pertama di Indonesia, yaitu KEK Sanur Bali.

Di hadapan para investor global saat membuka Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Kepala

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ketut Sukra Negara

menyebutkan bahwa Bali memiliki berbagai proyek unggulan yang sangat terbuka bagi investor.

Investasi di Bali didukung sejumlah insentif oleh Pemerintah dan Bali memiliki keunggulan

sebagi destinasi yang telah dikenal secara global. Sukra turut mengajak investor domestik dan global

yang hadir untuk berinvestasi di Bali. Sukra juga berharap terselenggaranya Bali Jagadhita Investment

Forum 2026 dapat menjadi katalis investasi berkualitas di Bali.

Berbagai proyek investasi unggulan yang dipromosikan pada showcasing dan presentasi Bali

Jagadhita Investment Forum, merupakan hasil kurasi Bali Investment Challenge 2026. Pendalaman lebih

lanjut terkait proyek dilakukan melalui sesi one on one business meeting antara project owner dan calon

investor, dimana sesi one on one meeting diikuti lebih dari 35 calon investor dari berbagai negara,

termasuk hadir pula Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman,

Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, serta

perwakilan konsulat dan atase perdagangan dari berbagai negara sahabat. Program ini merupakan

wujud kolaborasi PIKBS dalam menghasilkan 22 proyek investasi potensial dari Bali, NTB, dan NTT.

Beberapa proyek tersebut diantaranya KEK Kesehatan Sanur, proyek penerangan jalan, dan proyek

pengadaan electric vehicle yang kemudian disusun dalam Katalog Investasi, dan selanjutnya diserahkan

oleh PIKBS kepada perwakilan duta besar dan perwakilan delegasi yang hadir. Melalui publikasi Katalog

Investasi ini diharapkan mampu mempermudah perluasan informasi dan promosi proyek investasi

strategis kepada investor potensial yang selanjutnya diharapkan dapat mendukung peningkatan

realisasi investasi.

Bank Indonesia memprakirakan outlook perekonomian Bali 2026 tetap solid di tengah gejolak

geopolitik global, yakni pada kisaran 5,4-5,9% (yoy). Dengan outlook ekonomi yang tetap kuat, terjaganya inflasi, tetap solidnya optimisme pelaku usaha, dukungan insentif oleh pemerintah, serta daya saing
daerah Bali yang sangat baik tentunya semakin membuka peluang untuk peningkatan investasi di Bali.
Melalui Bali Jagadhita Investment Forum 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Bali
berkomitmen memperluas akses investor terhadap proyek-proyek strategis daerah, mendorong
pemerataan investasi antarwilayah, serta memperkuat transformasi ekonomi Bali menuju
pertumbuhan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. (L’Post/r)

Related Posts