September 9, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Beach Clean Up di Pantai Legian, Ciptakan Habit Pelaku Usaha agar Destinasi Tetap Bersih dan Asri

LITERASIPOST.COM – Legian | Beach Clean up (aksi bersih pantai) di Pantai Legian, Kabupaten Badung, Bali, merupakan gerakan rutin yang dilaksanakan setiap Jumat pagi. Hal tersebut juga adalah bagian dari konsistensi dalam upaya untuk menciptakan kebiasaan dan kesadaran para pelaku usaha bersama stafnya, masyarakat umum dan stakeholder terhadap kebersihan lingkungan

“Karena isu lingkungan adalah isu yang strategis, yang dalam perkembangan kekinian setiap kondisi pertumbuhan ekonomi itu akan mengandung konsekuensi tekanan terhadap lingkungan”, ujar I Wayan Puspa Negara (WPN) selaku inisiator gerakan Beach Clean up di Pantai Legian, Jumat (4/9).

I Wayan Puspa Negara mengkoordinir pemilahan sampah organik dan anorganik usai kegiatan Beach Clean up di Pantai Legian, Jumat (4/9). (Foto: Literasipost)

Oleh karena itu, pihaknya (tim WPN) berupaya untuk melakukan langkah-langkah sederhana pengendalian terhadap ekosistem dan lingkungan. Dari kegiatan sederhana bersih-bersih pantai akan tercipta suatu kebiasaan untuk aware atau memiliki kepedulian kepada lingkungan. Mereka pula akan memiliki sistem pada dirinya atau pada perusahaannya untuk melakukan manajemen pengelolaan sampah.

“Karena dalam teori pengelolaan sampah, harus dilakukan berbasis sumber, kemudian diikuti dengan pemilahan dan selanjutnya dilakukan manajemen sampah sesuai dengan ketentuan yang diberikan oleh pemerintah daerah”, jelasnya.

BACA JUGA :  Pelatihan UMKM di The Nusa Dua, Dorong Kapasitas dan Kualitas Layanan Wisata

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini menambahkan bahwa kunci dari kegiatan Beach Clean up ini adalah konsistensi. Karena, setiap kegiatan yang dilaksanakan tanpa konsistensi akan sia-sia. Maka dari itu, gerakan ini tetap dilakukan sejak 6 tahun lalu secara berkelanjutan, dan ke depan tetap akan digerakkan sebagai upaya untuk menciptakan komunitas kebersihan di pantai.

“Karena Pantai Legian ini adalah destinasi pariwisata, maka tentu harus dijaga kebersihannya, dan yang menjaga kebersihan itu adalah semua pihak termasuk stakeholder, pelaku usaha, masyarakat dan juga wisatawan”, pungkas Puspa Negara. (L’Post)

Related Posts