August 1, 2021
POLITIK & INSTANSI

Beredar Isu Korban Meninggal Usai Vaksin, Kepala Kominfos Bali “Sentil” Media

Jadi jangan sedikit-sedikit ada orang meninggal dikaitkan dengan Covid atau ada yang meninggal setelah beberapa harinya mendapatkan vaksin dikaitkan meninggal karena vaksin.

LiterasiPost.com, Denpasar –

Beredarnya informasi di berbagai media bahwa ada korban meninggal usai mendapatkan vaksinasi Covid-19, direspon Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana. Pihaknya meminta agar media lebih cermat menyajikan pemberitaan terkait vaksin di tengah masyarakat.

Dikatakan, pemerintah beserta stake holder terkait terus mengupayakan ketersediaan vaksin yang aman di tengah masyarakat sebagai salah satu cara untuk keluar dari pandemi, di samping penerapan prokes yang ketat. Dengan adanya pemberitaan negatif terkait vaksin tanpa didukung dengan data serta sumber yang akurat dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

BACA JUGA :  PAD Denpasar Disalip Gianyar, Paslon AMERTA "Gregetan"

“Sangat disayangkan banyak sekali pemberitaan yang mengatakan bahwa ada korban meninggal akibat vaksin, padahal belum ada penjelasan resmi dari pihak yang berkompeten tentang itu, namun sudah diberitakan orang tersebut meninggal karena vaksin. Untuk itu saya meminta agar awak media lebih cermat dalam pemberitaan dan membantu mengedukasi masyarakat melalui berita yang berasal dari sumber dan data yang dapat dipercaya,“ ujarnya.

Pihaknya meminta masyarakat agar selalu mencari informasi baik itu terkait Covid-19 maupun vaksinasi dari situs-situs resmi yang disediakan oleh pemerintah sehingga informasi yang didapatkan akurat dan dapat dipertangungjawabkan.

BACA JUGA :  Media Gathering OJK, Giri Tribroto: Semeton Media adalah Partner

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya, turut menyayangkan beredarnya pemberitaan yang mengatakan ada korban meninggal akibat vaksin Covid-19 tanpa berdasarkan data ataupun informasi yang akurat.

Kadiskes merilis hasil Autopsi Verbal Kronologis meninggalnya Abdullah Malanua (44) yang diberitakan meninggal setelah mendapatkan vaksin Astra Zeneca. Suarjaya menyampaikan bahwa korban yang berprofesi sebagai tukang jahit ini sudah sakit kurang lebih dari seminggu yang lalu dan hanya istirahat di kamar, jarang keluar apalagi bekerja. Sakit yang dikeluhkan adalah sakit kepala yang terus-menerus bahkan kadang-kadang hingga muntah-muntah dan berkeringat dingin. Almarhum juga dikatakan memang memiliki riwayat penyakit tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol.

BACA JUGA :  Dikendalikan Napi LP Kerobokan, Polda Bali Ungkap Cyber Crime Skimming

Pada saat almarhum ikut vaksin, semua proses skrining dan lain-lainnya sudah dilakukan dan kondisi beliau saat itu memungkinkan untuk mendapatkan vaksin. Kemudian dua hari setelah vaksin beliau ditemukan meninggal.

“Kita tidak bisa menyimpulkan kalau beliau meninggal karena vaksin. Setelah vaksin ada observasi dan beliau baik-baik saja. Jadi jangan sedikit-sedikit ada orang meninggal dikaitkan dengan Covid atau ada yang meninggal setelah beberapa harinya mendapatkan vaksin dikaitkan meninggal karena vaksin. Mari kita cari dulu data yang akurat dari orang yang kompeten sebelum kita memberitakan ke tengah masyarakat, dengan demikian informasi tidak bias dan timbul rasa khawatir dari masyarakat untuk vaksin,“ tuturnya. (igp/r)

Related Posts