January 31, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

BI Dorong UMKM Tanah Air Tembus Pasar Ekspor Jepang

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Untuk memperluas wawasan pelaku UMKM bidang fashion Tanah Air serta mendorong inovasi dan ekspor ke pasar Jepang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali menyelenggarakan talkshow dengan topik “Breaking Through The Japanese Fashion Industry”, Senin (4/10/2021).

Rangkaian dari event “Bali Jagadhita Culture Week 2021” (BJCW 2021) tersebut dilaksanakan secara daring yang dihadiri oleh peserta kompetisi desain batik, perwakilan Anggota Dharma Wanita se-Indonesia, serta UMKM dari wilayah Bali-Nusa Tenggara.

BACA JUGA :  ITDC Sambut Lonjakan Wisatawan Nataru dengan Pelayanan Prima

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Yunita Resmi Sari menjelaskan talkshow ini selaras dengan event tahunan Bank Indonesia, yaitu Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang mengangkat tema “Sinergi, Globalisasi, dan Digitalisasi UMKM dan Sektor Pariwisata”. BI memiliki 3 pilar kebijakan pengembangan UMKM yaitu korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan.

“Kegiatan BJCW 2021 merupakan wujud nyata pilar kapasitas yang Bank Indonesia laksanakan melalui sinergi dalam upaya mendorong peningkatan akses pasar produk UMKM, baik di pasar domestik maupun luar negeri,” ujar Sari.

Dikatakan, pandemi ini memberikan dampak negatif yang cukup besar bagi perekonomian UMKM industri kreatif. Hasil penelitian SBM ITB (2020) menemukan bahwa 98% pelaku industri kreatif merasakan dampak negatif dan 67% diantaranya mengalami penurunan penjualan. Oleh karena itu, Sari berharap kegiatan ini dapat mendorong UMKM lokal untuk bisa berinovasi dan bertahan di masa pandemi.

BACA JUGA :  Cegah Kriminalitas, Unit Raimas Polres Badung Sisir Area Perbankan pada Tengah Malam

Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI Tokyo, Nuning Akhmadi menyatakan industri fashion di Jepang merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Pasalnya, Jepang merupakan rumah bagi merek fashion global yang melayani beragam permintaan konsumen, mulai dari pakaian casual hingga fashion mewah kelas atas. Hal inilah yang menjadikan persaingan industri fesyen di Jepang sangat ketat sehingga produk yang dipasarkan harus unik, berkualitas tinggi, dan modis untuk menarik minat konsumen Jepang.

“Karakteristik ini membuat pemasok asing beranggapan bahwa pasar Jepang sangat sulit untuk ditembus,” katanya.

Nuning menyampaikan bahwa Kimono yang merupakan pakaian tradisional Jepang juga terdampak oleh tren fashion mode barat. Hal inilah yang mengakibatkan Kimono hanya dipakai di acara-acara khusus. Oleh karena itu, Lomba Desain Batik Indonesia–Jepang diadakan dengan memadukan ragam motif Indonesia dan unsur seni budaya Jepang sehingga warisan budaya fashion Kimono dapat tetap lestari, serta masyarakat Jepang juga dapat mengenal fashion Batik yang berasal dari Indonesia.

BACA JUGA :  Mahasiswa FTP UNUD Raih Juara I Lomba Reels FANFEST USAHID 2023

Beberapa pakar fashion yang hadir sebagai narasumber pada talkshow ini, yaitu Naoko Abe (pemenang Desain Batik Indonesia-Jepang), Fusami Ito (perwakilan Cross Cultural Artisan Association), Ichikawa Nami (Owner Kecak Co. Ltd), dan Ririko Takano (Owner of Riri & Dot). Secara khusus, Ichikawa Nami mengajak UMKM di Jepang maupun di Indonesia untuk melihat potensi keindahan dalam karya Batik Indonesia dan memadukannya dengan Kimono.

“Batik Kimono sudah banyak digemari oleh pecinta Kimono dan biasa digunakan untuk berbagai macam kegiatan di Jepang, dan sangatlah cocok digunakan pada musim panas,” ungkap Nami.

Senada dengan pemaparan narasumber sebelumnya, Ririko Takano menambahkan untuk menembus pasar Jepang yang besar dan kompetitif, para pengusaha harus mengutamakan sustainability dalam penjualan produknya.

BACA JUGA :  The Nusa Dua Tingkatkan Tata Kelola Kawasan Berbasis Prokes

“Konsumen Jepang gemar membeli produk yang berkelanjutan dalam penjualannya,” sebutnya.

Ririko berharap dengan adanya talkshow ini, para pelaku usaha mendapatkan pengetahuan mengenai cara menembus pasar fashion di Jepang, menentukan target pasarnya dan pengetahuan pengelolaan bisnis yang berkelanjutan sehingga dapat berhasil menjalankan usahanya. (igp/r)

Related Posts