BI Hadirkan BALINOMICS, Bahas Strategi Perkuat Ekonomi Bali

LITERASIPOST.COM – DENPASAR | Dalam rangka mendorong perekonomian Bali agar tumbuh kuat, berkesinambungan, dan inklusif, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Talkshow BALINOMICS dengan tema “Prospek Perekonomian serta Potensi Pembiayaan dalam Mendukung Intermediasi dan Perekonomian Bali” bertempat di Puri Santrian, Sanur – Denpasar, Selasa (12/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis Bank Indonesia dalam menjalankan fungsi advisori daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja dalam sambutannya menyampaikan Talkshow ini bertujuan untuk menghimpun insight dari para pemangku kepentingan terkait strategi penguatan sektor potensial selain pariwisata, yang saat ini masih menjadi leading sector pertumbuhan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan peran media dalam membangun ekspektasi positif terhadap perekonomian Bali.
Pada kesempatan ini, Erwin menyampaikan tiga hal penting. Pertama, pihaknya memberikan apresiasi atas sinergi semua pihak dalam mendorong perekonomian Bali. “Kita patut berbangga bahwa ekonomi Bali pada triwulan II-2025 mampu tumbuh sebesar 5,95% dan merupakan tertinggi keempat di Indonesia, dan juga seluruh pelaku usaha serta Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota yang senantiasa memberikan supportnya kepada upaya bersama untuk menumbuhkan perekonomian di Bali”, ungkap Erwin.
Dikatakan, pertumbuhan ekonomi sebesar itu didorong oleh sektor pariwisata yaitu makanan & minuman, transportasi dan perdagangan yang mencerminkan resiliensi dari ekonomi Bali di tengah perkembangan dinamika ekonomi global dan domestik yang masih penuh ketidakpastian sehingga ekonomi Bali mampu tumbuh sebesar 5,95%. Kondisi tersebut masih bertumpu pada kekuatan domestik dan hal inilah yang menjadi menu untuk menghadapi tantangan Global.
“Ke depan yang perlu diwaspadai bersama adalah risiko dan tantangan, seperti risiko pelambatan ekonomi global yang akan mempengaruhi kinerja ekspor dan investasi. Ekspor dan investasi Bali saat ini masing-masing tumbuh 6 persen, dan ini harus bisa kita pertahankan dengan menciptakan iklim investasi yang sehat serta dukungan dari perbankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi”, jelasnya.
Hal kedua, bahwa dengan perubahan iklim ini harus berhati-hati untuk terus mempertahankan sektor pertanian sebagai salah satu Backbone di dalam pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali. Selain itu, perlu terus memperkuat transformasi digital dan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat yang menuntut senantiasa adaptif dan bergerak cepat, terutama seluruh regulator, lembaga keuangan dan pelaku ekonomi.
“Untuk itu, perlu terus-menerus melakukan diversifikasi terhadap pertumbuhan ekonomi Bali sehingga tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tapi Bali itu mampu tumbuh dengan sektor pertanian dan sektor ekonomi kreatif yang terus kita dorong sebagai sumber pertumbuhan ekonomi di Bali karena Bali memiliki karakteristik yang unik”, sebutnya.
Hal ketiga adalah untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut tetap diperlukan sinergi dan inovasi dari semua pihak untuk membangun ekonomi Bali agar mampu tumbuh lebih tinggi lagi, inklusif dan berkelanjutan.
Balinomics yang telah dimulai sejak Februari 2025, merupakan salah satu forum untuk sinergi dan kolaborasi untuk bertukar pikiran. Ke depan Balinomics akan dihadirkan secara rutin untuk mendiskusikan berbagai masalah strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali serta merumuskan langkah konkret yang bisa dilakukan. Setiap 3 bulan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat senantiasa memberikan evaluasi dan masukan untuk memperkuat perekonomian Bali.
“Sekali lagi, melalui kegiatan ini kami harapkan bisa mendapatkan masukan dan juga beberapa langkah konkrit, langkah nyata, khususnya kepada pemerintah daerah untuk memperkuat iklim investasi, perizinan, infrastruktur yang memadai pada industri perbankan dan jasa keuangan terkait bagaimana kita bisa memanfaatkan kebijakan makroprudensial untuk tambahan likuiditas sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali, dan juga kita bisa mendapatkan masukan dari para pelaku usaha untuk terus meningkatkan inovasi, kualitas dan daya saing produk-produk Bali termasuk juga memperluas pasarnya”, sebut Erwin.
Pada sesi Talkshow menampilkan pembicara, di antaranya: 1) Andy Setyo Biwado tentang Prospek, Potensi, dan Strategi Perluasan Sektor Ekonomi Unggulan serta Pembiayaan untuk Mendorong Perekonomian Bali, 2) Yusuf Wicaksono H tentang Peran Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Strategi Perluasannya untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Bali yang Inklusif, 3) Pelaku Ekraf tentang Success Story Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Potensi Ekonomi Kreatif sebagai Penggerak Perekonomian Bali, dan 4) Hery Trianto (Direktur Bisnis Indonesia) tentang Peran Media dalam Membangun Ekspektasi Positif dan Membangkitkan Optimisme Perekonomian. (L’Post)














