Ciptakan Kebiasaan dan Bersiap Sambut PSEL

LITERASIPOST.COM – Legian | Beach Clean Up sebagai sebuah gerakan konsisten dalam upaya untuk menjaga destinasi Pantai Legian yang diarahkan untuk menciptakan kebiasaan atau habit pelaku usaha dan masyarakat yang mengais rezeki di wilayah Kelurahan Legian agar senantiasa sadar bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Demikian disampaikan I Wayan Puspa Negara (WPN) selaku inisiator saat kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian, Jumat (29/5).
Kegiatan kolektif yang diinisiasi oleh tim WPN dan didukung komunitas BumiKita ini, sudah berlangsung sejak sekitar 5 tahun lalu. Dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan setiap hari Jumat pagi dengan melibatkan para stakeholder pariwisata, pelaku usaha, masyarakat bahkan wisatawan yang berada di wilayah Kelurahan Legian, Kabupaten Badung, Bali.

Pemilahan sampah pada kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian. (Foto: Literasipost)
“Kegiatan ini (Beach Clean Up) bukan hanya kita bersih-bersih pantai tetapi juga melakukan upaya sosialisasi tentang pemilihan sampah karena tidak ada satupun negara maju yang warganya tidak memilah sampah, dan ini (pemilahan sampah) untuk persiapan kita pada saat kehadiran PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau disebut juga PLTSa/Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) nanti di awal tahun 2027 dan akan dilakukan ground breaking diperkirakan pada 8 Juli 2206, karena di PSEL nanti yang diterima sama yaitu sampah yang sudah dipilah”, ungkap Puspa Negara.
Oleh karena itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini, menilai bahwa kebiasaan memilah sampah harus dilakukan secara terus-menerus dan disosialisasikan secara gencar kepada pelaku usaha dan masyarakat agar mereka terbiasa memilah sampah. Selanjutnya, setelah ada kebiasaan untuk melakukan pemilihan sampah maka diharapkan aware terhadap lingkungan dan aware terhadap sampahnya sendiri.
“Intinya adalah mengelola sampah berbasis sumber, selanjutnya pemilahan menjadi kewajiban, ketika mampu melakukan pemilahan dan menjadi kebiasaan maka di situlah terlihat martabat sebuah bangsa dalam mengelola sampah”, katanya.
Meskipun sampai detik ini pemerintah khususnya di Bali belum berhasil menyelesaikan persoalan sampah tetapi karena sampah menjadi tanggung jawab bersama maka setiap individu harus memiliki rasa tanggung jawab dan awareness untuk melakukan pengelolaan sampah baik melalui pemilahan di sumbernya, juga di lingkungan masing-masing. Selain itu tetap melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan untuk memperkuat rasa gotong-royong.
Khusus gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, menurutnya akan tetap konsisten dilakukan sepanjang hayat dikandung badan sehingga pantai ini tetap bersih dan asri sebagai destinasi internasional. Karena, syarat utama sebuah destinasi adalah kebersihan.
“Kita yakin dan percaya bahwa pelaku usaha di kawasan Legian khususnya sudah sangat sadar untuk hadir mengikuti gerakan bersih-bersih ini tanpa diminta. Artinya, sudah tercipta sebuah habit setelah kurang lebih hampir lima tahun bergerak tanpa pernah henti untuk melaksanakan kegiatan ini, dan kita berharap kegiatan ini akan terus berlanjut sebagai langkah kecil kita turut menjaga Pantai Legian atau destinasi ini tetap bersih, sehat, asri dan mempesona”, pungkas Puspa Negara. (L’Post)














