August 2, 2021
HUKUM & KRIMINAL

Dikendalikan Napi LP Kerobokan, Polda Bali Ungkap Cyber Crime Skimming

LiterasiPost.com, Denpasar –
Polda Bali berhasil mengungkap dua kelompok jaringan skimming yang membobol ribuan data nasabah bank di Bali. Dari dua kelompok itu, polisi menangkap tujuh tersangka. Bahkan satu kelompok dikendalikan oleh napi di LP Kerobokan.

Wadir Reskrimsus Polda Bali, AKBP Ambariyadi Wijaya, S.I.K., S.H., M.H atas seizin Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yulias Kus Nugroho mengatakan, dari kelompok pertama diamankan empat tersangka yang merupakan WNI. “Para tersangka ditangkap di wilayah Denpasar, pada 8 Januari 2021,” ujarnya didampingi Kasubdit AKBP Gusti Ayu Suinaci, S.I.K., M.I.K dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Yuli Ratnawati, S.E., Selasa (9/2/2021).

BACA JUGA :  BNNP Bali Musnahkan Barang Bukti Narkotika dari Empat Jaringan Pelaku

Masing-masing tersangka, Aris Said asal Jember yang merupakan mantan napi narkoba, Endang Indriyawati (istri Aris), Putu Rediarsa asal Buleleng adalah mantan napi kasus pengelapan serta Cristopher B Diaz asal Papua merupakan mantan napi narkoba. “Para tersangka dikendalikan oleh seorang napi asal Bulgaria bernama Dogan, yang mendekam di LP Kerobokan,” beber Wadir Reskrimsus.

Keempat tersangka bertugas menarik uang menggunakan kartu ATM palsu yang sudah berisi data dari nasabah bank yang telah dibobol sebelumnya. Kartu itu diberikan oleh Aldo yang juga napi di LP Kerobokan. “Masih didalami bagaimana cara mereka melakukan transaksi dan penyerahan kartu. Sebab, pelaku utamanya ada di LP Kerobokan,” jelasnya, seraya mengatakan pihaknya menyita 234 kartu ATM palsu dari tangan para tersangka.

BACA JUGA :  KSP BSM Bagi Sembako, Cok Mirah Ajak Anggota Optimis dan Berinovasi

Sementara kelompok kedua, diamankan tiga tersangka di wilayah Denpasar pada 25 Januari 2021. Ketiganya berasal dari Dompu, NTB, yakni Junaidin, Alamsyah dan Miska. “Kelompok ini dikendalikan oleh warga Tiongkok dan Malaysia,” imbuhnya.

Ketiga tersangka berperan memasang alat skimming di mesin ATM. Setelah didapatkan data para nasabah, lalu kartu itu digandakan oleh orang Malaysia. Setelah kartu ATM palsu dikirim ke Bali, para tersangka menarik uang di sejumlah ATM yang dikendalikan dari Malaysia. Mereka ini merupakan pelaku skimming lintas negara dan provinsi. “Lokasi aksi kejahatannya antara lain, Bali, Tarakan, Surabaya, Jember, Solo, Bima, Sumbawa, Kupang dan Palembang,” imbuhnya.

BACA JUGA :  6 Tahun Tragedi Kematian Engeline, Arist Merdeka Sirait: Bebaskan Anak Indonesia dari Kekerasan dan Eksploitasi!

Dari pengungkapan kasus itu, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 4 laptop, 1.162 kartu ATM palsu, uang Rp6,9 juta, alat pembaca atau menulis kartu, 4 unit kamera kecil, dan berbagai alat skimming yang biasa disebut router. “Kami telah menerima laporan dari tujuh bank nasional dan salah satunya bank daerah di Bali. Bahkan salah satu bank nasional mengaku mengalami kerugian hingga Rp3 miliar, setelah 1.000 rekening nasabahnya dibobol,” tegasnya. (igp)

Related Posts