Empat Zona Tuntas, KPU Tabanan Matangkan Kesiapan Pemilos Serentak 2026

LITERASIPOST.COM – Tabanan | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan menuntaskan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pemilos) Serentak Tingkat SMP, SMA, SMK dan MA se-Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap di empat zona ini, merupakan bagian dari persiapan menuju pemungutan suara serentak pada 21 Oktober 2026.
Rangkaian bimtek berlangsung pada 6–9 Oktober 2026, dengan melibatkan Pembina OSIS dan Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dari sekolah-sekolah peserta di wilayah Kabupaten Tabanan.
Pelaksanaan dimulai pada 6 Oktober 2026 di SMAN 1 Baturiti untuk wilayah Kecamatan Baturiti dan Penebel. Selanjutnya, pada 7 Oktober 2026, kegiatan berlangsung di SMAN 1 Selemadeg untuk wilayah Kecamatan Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Pupuan.
Pada 8 Oktober 2026, bimtek dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor KPU Kabupaten Tabanan untuk sekolah-sekolah di Kecamatan Tabanan dan Kerambitan. Rangkaian kemudian ditutup pada 9 Oktober 2026, di SMAN 1 Kediri dengan peserta dari wilayah Kecamatan Kediri dan Marga.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Tabanan memberikan pembekalan teknis dengan melibatkan jajaran KPU Kabupaten Tabanan dan Bawaslu Kabupaten Tabanan. Materi diarahkan pada pemahaman mengenai mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) sekolah, sehingga setiap panitia memiliki pemahaman yang selaras dalam mempersiapkan pelaksanaan Pemilos.
Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwitra, membuka kegiatan bimtek di zona-zona yang telah dijadwalkan. Pelaksanaan ini menjadi bagian dari upaya KPU Kabupaten Tabanan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Pemilos sekaligus memperkuat pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.
Pemilos Bukan Sekadar Memilih Pemimpin OSIS
Pemilos Serentak 2026 tidak hanya diarahkan untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran demokrasi secara langsung bagi para siswa, khususnya mereka yang sedang mempersiapkan diri menjadi pemilih pemula.
Melalui proses Pemilos, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal hak pilih, memahami tata cara pemungutan suara, menghargai perbedaan pilihan, serta belajar menerima hasil pemilihan melalui proses yang tertib dan demokratis.
Sekolah menjadi ruang yang strategis untuk memperkenalkan praktik demokrasi sejak dini. Dengan terlibat dalam proses pemilihan di lingkungan sekolah, siswa diharapkan tidak hanya memahami demokrasi sebagai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai partisipasi, tanggung jawab, kejujuran dan penghormatan terhadap pilihan orang lain.
Karena itu, Pemilos Serentak 2026 menjadi miniatur pelaksanaan pemilu di lingkungan sekolah. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal awal bagi generasi muda ketika kelak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu dan pemilihan yang sesungguhnya.
Kolaborasi Membangun Budaya Demokrasi
Pelaksanaan Pemilos Serentak 2026 merupakan wujud kolaborasi KPU Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bawaslu Kabupaten Tabanan, serta KNPI Kabupaten Tabanan.
Sinergi lintas lembaga ini menegaskan bahwa pendidikan pemilih sejak dini membutuhkan keterlibatan bersama. Sekolah, pemerintah, penyelenggara pemilu, pengawas pemilu dan unsur kepemudaan memiliki ruang kontribusi dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.
Dengan tuntasnya bimtek di empat zona, tahapan pembekalan teknis bagi sekolah peserta telah diselesaikan. Selanjutnya, sekolah diharapkan dapat memantapkan persiapan masing-masing menuju pelaksanaan pemungutan suara serentak pada 21 Oktober 2026.
KPU Kabupaten Tabanan berharap Pemilos Serentak 2026 tidak berhenti pada terpilihnya pemimpin organisasi siswa, tetapi juga meninggalkan pengalaman demokrasi yang bermakna bagi generasi muda Tabanan. Sebab, membangun demokrasi tidak cukup hanya dilakukan menjelang pemilu. Demokrasi perlu dikenalkan, dipraktikkan dan dibiasakan sejak dini, mulai dari lingkungan sekolah. (L’Post)
(Sumber: rilis KPU Tabanan)














