Gubernur Bali Dukung PLTS Atap untuk Bali Net-Zero Emission 2045

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen segera mewujudkan Bali Energi Bersih dan Bali Net-Zero Emission (NZE) 2045 dengan mendorong pemanfaatan PLTS atap secara masif di Bali.
“Hal ini sejalan dengan Visi pembangunan Provinsi Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Salah satu Misi-nya adalah Mengembangkan Tata Kehidupan Krama Bali, Menata Wilayah dan Lingkungan yang Bersih, Hijau dan Indah,” ungkap Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan sekaligus membuka Focus Group Discussion (FGD) di Renon Denpasar, Kamis (20/1/2022).
Ditambahkan, arah dan kebijakan Pemprov Bali untuk mewujudkan Misi tersebut dengan menetapkan Perda No. 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Bali Tahun 2020-2050, dimana dalam perencanaan tersebut Provinsi Bali memiliki target pemanfaatan potensi energi terbarukan sebesar 11,15% di tahun 2025 dan 20,10% di tahun 2050. Selain itu juga telah diterbitkan Pergub No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih serta Pergub No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, untuk mendukung transisi energi.
“Terlebih tahun ini akan ada Presidensi G20 di Bali dimana dilakukan transisi ke energi bersih, maka harusnya kita percepat terobosan atau perubahan ke arah itu,” tegasnya.

FGD Penyusunan Skema Teknis dan Pembiayaan PLTS Atap Sebagai Salah Satu Upaya Transisi Energi Bali serta Penyiapan Sumber Daya Manusia di Denpasar. (Foto: igp)
FGD Penyusunan Skema Teknis dan Pembiayaan PLTS Atap Sebagai Salah Satu Upaya Transisi Energi Bali serta Penyiapan Sumber Daya Manusia ini dilaksanakan kerja sama Pemprov Bali, CORE Universitas Udayana, dan Institute for Essential Services Reform (IESR). Dihadiri oleh Sekjen Dewan Energi Nasional, perwakilan Kementerian ESDM, perangkat daerah seluruh Bali, akademisi, dan asosiasi.
“Salah satu keluaran yang kita bahas hari ini adalah Surat Edaran Gubernur untuk percepatan pemanfaatan PLTS Atap di seluruh sektor yang beragam, tidak hanya OPD, juga pada masyarakat luas,” ungkap Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral DisnakerESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan seraya menambahkan PLTS Atap dapat menjadi pilihan strategi prioritas untuk Bali NZE 2045.
Direktur Eksekutif IESR, Fabby Tumiwa menerangkan menurut analisis IESR diperlukan kapasitas energi terbarukan 13 GW di Bali untuk mencapai NZE 2045, dimana 49% berasal dari PLTS skala besar dan 21% dari PLTS Atap.
“Untuk memastikan suplai yang terjaga dan kualitas yang andal, juga diperlukan upgrade jaringan dan sistem penyimpanan energi, seperti pumped-hydro energy storage,” katanya.
Diskusi yang berlangsung selama 2 hari ini juga membahas potensi investasi dan skema pembiayaan PLTS Atap. Keekonomian masih menjadi faktor penentu bagi calon pengguna, sehingga identifikasi skema pembiayaan yang menarik akan membantu calon pengguna dari berbagai sektor, dari rumah tangga, pemerintah, hingga bisnis seperti perhotelan untuk memasang PLTS Atap di bangunannya.
Gubernur Bali didampingi Sekjen Dewan Energi Nasional dan undangan lainnya berkesempatan meninjau expo yang menampilkan berbagai produk energi bersih, motor listrik dan panel surya. (igp)














