January 30, 2026
BALI

Hadapi Musim Layang-layang, PLN Siaga Tangani Gangguan Listrik

LiterasiPost.com, Denpasar –
Memasuki bulan Juni hingga Agustus, bermain layang-layang menjadi kegemaran masyarakat Bali. Mengantisipasi hal ini, General Manager PLN UID Bali, I Wayan Udayana menyatakan siap mengamankan gangguan listrik yang dapat diakibatkan oleh layang-layang yang menimpa jaringan listrik.

“Kami selalu siaga mengantisipasi terjadinya gangguan listrik yang umumnya kerap terjadi di musim layangan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Udayana di Denpasar, Minggu (30/5/2021).

BACA JUGA :  Sambut Anggota Baru, Vetholic FKH UNUD Adakan Pembekalan Materi Penyakit Mulut dan Kuku

Pihaknya juga menjelaskan bahwa di tahun 2020, tercatat jumlah gangguan akibat layang-layang sebanyak 291 kali. Sedangkan tahun ini hingga Mei 2021, sebanyak 14 kali gangguan listrik akibat layang-layang yang menempel pada jaringan PLN.

“Ketika terjadi gangguan yang mengakibatkan padam pada jaringan, petugas kami segera melakukan proses penormalan sesuai SOP yang berlaku antara lain memindahkan pasokan utama listrik dari Gardu Induk lain, sehingga padam jaringan tidak akan dirasakan lama oleh pelanggan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  PLN Bali Siaga Penuh Amankan Pasokan Listrik untuk Pilkada

Udayana menjelaskan, khusus para pelanggan yang merupakan objek vital nasional seperti Rumah Sakit Umum dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dipastikan tidak mengalami padam saat terjadi gangguan.

“Sesuai SOP, khusus untuk Obvitnas telah terpasang fast automatic transfer switch yang mampu memindahkan sumber pasokan listrik dari satu jaringan ke jaringan yang lain jika terjadi gangguan. Sehingga Ketika satu jaringan gangguan, maka listrik bisa dialiri melalui jaringan lainnya,” jelas Udayana.

BACA JUGA :  Hindari Bahaya, PLN Ingatkan Jarak Aman Pasang Penjor Galungan

Dirinya juga mengatakan untuk meminimalisir gangguan listrik akibat layang-layang, PLN telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengingatkan masyarakat agar bermain layang-layang dengan tertib dan aman.

“Jauhi jaringan listrik saat bermain layang-layang, hindari juga menginapkan layang-layang di malam hari karena tingginya risiko tersangkut di jaringan listrik,” imbaunya.

BACA JUGA :  1.475 Peserta Ikuti UTBK Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru UNUD Program Profesi, Pascasarjana, dan PPDS

Ia pun menekankan bahwa bahaya bermain layang-layang tidak hanya merugikan diri sendiri namun juga pihak lain. Untuk itu, ia mengajak masyarakat aktif saling mengingatkan kerabat dan keluarga serta melaporkan jika mengetahui gangguan akibat layang-layang yang mengenai jaringan PLN melalui contact center PLN 123 atau aplikasi New PLN Mobile. (igp/r)

Related Posts