May 13, 2021
BALI

PLN UID Bali Siaga Hadapi Bencana Alam

LiterasiPost.com, Denpasar –
Mengantisipasi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Bali dan sekitarnya, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali telah menyiapkan strategi untuk menghadapi kemungkinan adanya bencana alam.

General Manager PLN UID Bali, Adi Priyanto menjelaskan pihaknya telah melakukan mitigasi apabila terjadi bencana alam khususnya di daerah yang rawan longsor, banjir, pohon tumbang serta rawan petir. Tujuannya adalah untuk mengetahui upaya-upaya yang akan dilakukan dalam rangka pencegahan serta pemulihan jika jaringan PLN terdampak cuaca ekstrem hingga bencana alam.

BACA JUGA :  Tak Pakai Masker, Enam Warga Digelandang Petugas

“Saat ini kami secara intens melakukan pemantauan kondisi sub-system Bali dan Tiga Nusa serta pemantauan kondisi cuaca harian dari BMKG, ini dilakukan untuk melatih kesiapan personel mengantisipasi adanya cuaca ekstrem, sehingga seluruh personel siap siaga,” ujar Adi Priyanto, Minggu (17/1/2021).

Adi menambahkan PLN telah memetakan seluruh personel dan material serta menyiapkan posko-posko siaga sebanyak 51 lokasi, dan 7 unit Uninteruptible Power Supplay (UPS), 26 Unit Unit Gardu Bergerak (UGB) serta 16 unit genset sebagai cadangan suplai pasokan listrik.

BACA JUGA :  Persit Kodim Tabanan Tebar Benih Ikan dan Tanam Cabai

Suplai listrik saat ini ditopang dengan kapasitas daya mampu pembangkit sebesar 1.243,30 MW, sementara beban puncak sebesar 980,89 MW, sehingga sub-system Bali memiliki cadangan daya atau reserved margin sebesar 262,41 MW atau 21 persen.

“Untuk pasokan listrik saat ini dalam kondisi aman, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah jaringan, sehingga tim perabasan pohon juga telah kami kerahkan untuk merabas dahan-dahan pohon yang mendekat ke jaringan kami,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Hari Ini di Denpasar, 58 Orang Tercatat Positif Covid-19

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan perabasan pohon sendiri. Selain itu Adi juga menginformasikan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat seperti banjir besar, pemadaman di rumah-rumah warga yang terendam banjir tidak terhindarkan. Hal yang harus dilakukan masyarakat saat banjir untuk menghindari bahaya tersengat aliran listrik, yakni mematikan Meter Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter, dan mencabut seluruh peralatan listrik yang masih tertancap pada stop kontak serta menempatkan alat-alat elektronik di tempat yang lebih tinggi.

Adi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengaduan listrik seperti gangguan ataupun jika melihat pohon yang mulai mendekat ke jaringan melalui aplikasi New PLN Mobile atau PLN 123. (igp)

Related Posts