January 30, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

International Tourism Leaders Summit 2022, Paradigma Baru untuk Industri Pariwisata

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Sebanyak 24 pembicara dengan berbagai latar belakang di industri pariwisata hadir pada event International Tourism Leader Summit (ITLS) 2022 yang berlangsung pada 26-27 September 2022. di Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Bali. Acara ini merupakan wadah untuk menghadirkan paradigma baru dalam industri pariwisata di Pulau Bali.

Dalam kesimpulannya, bisnis pariwisata sudah seharusnya bertransformasi dari leading sector menjadi trans-sector.

BACA JUGA :  UNUD jadi Tuan Rumah International Microbiology Conference 2022

“Sinergi, kolaborasi dan kerja sama dengan sub-sektor adalah kunci keberhasilan kita untuk membentuk sebuah paradigma baru di industri pariwisata yang berkelanjutan. Saya berharap kepada semua pihak, termasuk rekan-rekan asosiasi pariwisata lainnya di Bali dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan paradigma ini,” sebut Dr. Yoga Iswara, BBA., BBM., MM., CHA selaku Ketua IHGMA DPD Bali.

“Seperti yang telah dikatakan oleh Bapak Gubernur dalam opening speech perihal peningkatan mutu industri pariwisata, saya ingin menitikberatkan kepada hal-hal yang esensial. Sudah saatnya kita mengaplikasikan enam pilar pariwisata seperti proteksi budaya Bali, pembuatan produk pariwisata yang berkelas dunia, ekosistem alam yang bersih, infrastruktur yang baik, sumber daya manusia yang mumpuni serta tata kelola yang berdaya saing dan berpihak kepada sumber daya lokal Bali. Dari beberapa opini dan pandangan yang telah diberikan oleh pembicara selama acara berlangsung, dapat disimpulkan bahwa Bali harus mengubah image di aspek bisnis pariwisata. Paradigma baru ini harus mulai diadaptasi untuk meningkatkan kualitas dari Pulau Bali itu sendiri,” ucap Komang Artana sebagai Chairman Committee of ITLS 2022.

BACA JUGA :  Melambat! Cuaca Ekstrem Pengaruhi Kinerja Dunia Usaha di Bali

Humas IHGMA DPD Bali, Milka Sitorus berpendapat pariwisata harus menjadi trans-sector. “Pariwisata harus menjadi penghubung, konektor atau aktivator dalam mengintegrasikan berbagai sektor untuk menciptakan benefit. Sesuai dengan arahan Bapak Ketua, paradigma baru ini harus segera diadaptasi. Semoga acara ini dapat menyebarkan mindset yang modern tidak hanya untuk peserta, tetapi juga semua orang,” ujarnya.

Diinisiasi oleh Indonesian Hotel General Management Association (IHGMA) DPD Bali, event ini mengusung tema “Rethinking, Redefining and Reshaping of Tourism, from Stability to Sustainability”. Event ini merupakan ajang diskusi dari 24 pembicara dengan kapabilitas dan latar belakang yang berbeda di dunia pariwisata.

BACA JUGA :  Bank Indonesia Sinergi Korem 163/Wira Satya dalam “Jaga Pantai Jaga Rupiah”

Pada kesempatan baik ini, IHGMA DPD Bali juga memberikan penghargaan kepada 40 asosiasi yang berbeda di bidang pariwisata. Penghargaan ini diberikan sebagai apreasiasi setinggi-tingginya kepada asosiasi pariwisata yang berada di Bali atas support dan bantuan yang diberikan dalam mewujudkan Bali Bangkit. (igp)

Related Posts