Kejari Badung dan SMK PGRI 2 Badung Kerja Sama Pemeliharaan Benda Sitaan

LITERASIPOST.COM – BADUNG | Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI 2 Badung berlangsung di Aula Satya Adhi Wicaksana Kejari Badung, Rabu (9/4/2025). Kerja sama tersebut terkait perawatan/pemeliharaan benda sitaan, barang bukti dan barang rampasan negara berupa kendaraan bermotor yang dikelola oleh Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejari Badung.
Kepala Kejari Badung, Sutrisno Margi Utomo, S.H.,M.H. menyampaikan untuk menjaga integritas, kualitas, kuantitas dan keaslian barang bukti, termasuk menjaga nilai ekonomis dan nilai guna benda sitaan dan barang rampasan negara serta mendukung pemulihan aset tindak pidana, diperlukan tata kelola benda sitaan, barang bukti, dan barang rampasan negara yang andal di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia khususnya di Kejari Badung.
“Kerja sama ini merupakan yang pertama di Indonesia sehingga keberhasilan dalam hal memelihara benda sitaan, barang bukti dan barang rampasan negara oleh siswa yang membidangi dunia otomotif sebagaimana jurusan yang ada di sekolah, bisa menjadi Role Model atau percontohan bagi bidang PAPBB di seluruh Kejaksaan Negeri di Indonesia,” kata Sutrisno.
Kepala SMK PGRI 2 Badung, Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd. menyampaikan terimakasih karena sekolahnya telah digandeng untuk ikut memelihara atau merawat benda sitaan, barang bukti maupun barang rampasan negara berupa kendaraan bermotor. Dimana para siswanya sudah ditempa dari kelas 10 sampai kelas 12, dan bidang otomotif ini memang merupakan bidang yang dikuasai.
“Ke depan kami akan mengajak siswa kami untuk ikut hadir dalam kegiatan pemusnahan barang bukti sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait barang bukti apa saja yang dapat dimusnahkan,” ungkapnya.
Selain itu Kejari Badung juga akan hadir memberikan sosialisasi dan penerangan hukum terkait kenakalan remaja sehingga para siswa memiliki semangat untuk bisa bersaing didi dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri pada industri otomotif tidak hanya di Bali namun juga di seluruh Indonesia. (L’post/r)














