April 14, 2024
EKONOMI & PERBANKAN

Kendalikan Inflasi, Bupati Klungkung “Gregetan” hingga Siapkan Satgas Pangan

LITERASIPOST.COM, KLUNGKUNG | Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Sekda Gede Putu Winastra beserta Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dan Kepala BPS Kabupaten Klungkung Ni Putu Minarni S memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung. Kegiatan dalam upaya mengantisipasi kenaikan harga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan tersebut berlangsung di aula pertemuan Kantor Bupati Klungkung, Selasa (2/11/2021).

Pada pemaparan awal, Sekda sekaligus Ketua Harian TPID Kabupaten Klungkung Putu Winastra melaporkan perkembangan distribusi bahan pangan di Kabupaten Klungkung sesuai dengan hasil pantauan TPID pada awal Oktober secara umum lancar. Begitu juga dengan pasokan komoditas berjalan lancar.

BACA JUGA :  Kinerja Penjualan Eceran Bali Diprakirakan Tetap Tumbuh

Dikatakan, pasokan komoditas cabai, bawang merah, dan bawang putih cukup banyak dan posisi harga masih stabil, bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti telur dari Rp24 ribu/kg menjadi Rp15 ribu/kg dan untuk telur kualitas super menjadi Rp17,5 ribu/kg, serta tomat dari harga awal Rp6 ribu/kg menjadi Rp4 ribu/kg. Sedangkan harga minyak curah maupun minyak kemasan mengalami kenaikan dari Rp17 ribu menjadi Rp18 ribu/L.

Mengenai ketersediaan stok babi untuk Hari Raya Galungan dan Kuningan, berdasarkan pantauan TPID pada peternak babi di Desa Pau diketahui harga babi hidup Rp45 ribu/Kg. Di Klungkung daratan dan Nusa Penida terdapat 720 stok babi yang siap untuk dipotong.

BACA JUGA :  Sukses di 2022, BPR Kanti Wujudkan Strategi Pemasaran KBB-KBK dan Perkuat Digitalisasi di 2023

“Stok daging babi terpantau aman, dikarenakan pasokan juga didatangkan dari Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Bangli,” papar Winastra.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam arahannya menyampaikan bahwa beberapa inovasi Pemkab Klungkung, memiliki fungsi dalam mengendalikan inflasi, seperti TOSS Gema Santi, dimana TOSS Gema Santi di hilir berfungsi untuk menuntaskan masalah sampah, sedangkan di hulunya membantu terciptanya pertanian organik, serta inovasi Bima Juara yang dapat menekan inflasi harga beras.

Bupati Suwirta pun menugaskan Dinas Pertanian untuk bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan terkait pengimplementasian Peraturan Gubernur Bali mengenai Pertanian Organik.

Beras menjadi salah satu komoditi fokus dalam mengendalikan inflasi di Klungkung. (Foto: igp)

Bupati asal Nusa Ceningan ini pun sempat menyampaikan rasa “gregetan” dalam upaya pengendalian inflasi ini.

“Begini, masih teringat ketika saya masih di swasta, bagaimana peran swasta itu dalam pendistribusian barang yang sangat kuat mempengaruhi inflasi. Kalau pengusaha itu nakal pasti inflasi akan naik, harga kacau, hanya melalui usaha-usaha dibawah kendali pemerintahan daerah yang bisa kita atur, itu pun tergantung orang di dalamnya. Maka saya tegaskan peran Koperasi itu perlu diberdayakan karena mampu menekan, menstabilkan bahkan menahan harga,” tegasnya.

Untuk itu pihaknya menugaskan Sekda untuk segera membentuk Satgas Pangan, agar TPID dapat menekan inflasi di Kabupaten Klungkung.

BACA JUGA :  Sambut World Superbike di Mandalika, PLN Terapkan Listrik Tanpa Kedip

“Mudah-mudahan TPID dapat membentuk sistem yang mampu mengendalikan inflasi di Kabupaten Klungkung. Mari tim TPID ubah pola pikir agar dapat menekan inflasi,” imbuh Bupati Suwirta.

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengapresiasi responsif Bupati Klungkung dengan hadir dan mengikuti setiap rapat HLM TPID yang dilaksanakan di Kabupaten Klungkung. Pihaknya pun mendorong supaya TPID Klungkung bisa masuk nominasi TPID Award 2022 bahkan menjadi yang terbaik, seperti yang pernah diraih Kabupaten Badung dan Kabupaten Bangli.

BACA JUGA :  Senastek 2022: Dosen Keperawatan UNUD Ciptakan Intervensi ”Si Pintar” 

“Saya dorong Pemkab Klungkung memiliki BUMD dibidang pangan dapat berupa Koperasi, PT, atau CV guna menekan inflasi, sekitar 20 persen bisa mengendalikan atau intervensi pasar. Selain itu saya berharap supaya pasar-pasar di sini segera digitalisasi,” ungkap Trisno.

Dalam hal ini Bank Indonesia menyampaikan beberapa rekomendasi kepada TPID Klungkung, yakni mendorong kerja sama antar daerah terutama dengan wilayah produsen di Bali maupun luar Bali; pemanfaatan SiGapura untuk mendukung informasi simetris bagi konsumen dan edukasi belanja bijak; adopsi digitalisasi di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan baik di bagian hulu maupun hilir; serta pelaksanaan program pengendalian inflasi (4K) sesuai kewenangan masing-masing OPD termasuk program seperti pasar murah, operasi pasar, sidak pasar, untuk mencegah penimbunan barang, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta beserta Kepala KPw Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho (kanan) saat mengunjungi KUD Jaya Werdhi Takmung. (Foto: igp)

Usai rapat, Bupati Suwirta mengajak Perwakilan Bank Indonesia untuk mengunjungi salah satu Koperasi, yakni KUD Jaya Werdhi Takmung. Dalam kunjungan tersebut, Bupati Suwirta menjelaskan tentang implementasi penerapan konsep inovasi Bima Juara yang mampu menjaga harga beras di Kabupaten Klungkung dari inflasi daerah. (igp)

Related Posts