January 30, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Konsistensi Ciptakan Destinasi Bersih adalah Keniscayaan

“Kegiatan Beach Clean Up rutin yang kita lakukan ini adalah sebagai bagian dari upaya untuk menjaga destinasi ini tetap bersih, sehat dan mempesona”

LITERASIPOST.COM – LEGIAN | Tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita melaksanakan kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian, Kabupaten Badung, secara rutin setiap hari Jumat dan tidak pernah absen sejak 6 tahun silam. Bersama-sama masyarakat dan stakeholders pariwisata, gerakan ini bertujuan untuk menciptakan kebiasaan atau habit agar senantiasa sadar terhadap lingkungan. 

Wayan Puspa Negara memberikan pengarahan sebelum pelaksanaan Beach Clean Up di Pantai Legian. (Foto: Literasipost)

“Bahwa, kita harus menjaga lingkungan dan kita yakini lingkungan akan menjaga kita”, ungkap Puspa Negara selaku inisiator gerakan Beach Clean Up pada Jumat (20/6).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini menambahkan selain untuk menciptakan habit atau kebiasaan masyarakat, melalui kegiatan ini juga ingin memberikan ruang kepada para stakeholder, masyarakat dan pelaku usaha lainnya agar sadar bahwa destinasi harus tetap dijaga. Karena mereka akan bisa mengembangkan usahanya jika destinasi ini tumbuh dengan baik. Faktanya, kondisi Pantai Legian saat ini sangat bersih karena angin sudah bertiup dari arah timur ke barat sehingga tidak ada lagi sampah yang menepi dari tengah laut.

“Kegiatan ini tetap berjalan meskipun pantai sudah relatif bersih, tapi ke depan kegiatan Beach Clean Up akan tetap dilaksanakan untuk menciptakan konsistensi, karena apapun yang dikerjakan dengan konsisten akan menciptakan satu kekuatan yang disebut sustainability atau keberlangsungan”, jelasnya.

BACA JUGA :  Bali Dapat "Double Warning" di Akhir Tahun 2024

Pihaknya menyampaikan apresiasi kepada BumiKita dan tim WPN yang selalu bersama-sama dalam menjaga kebersihan Pantai Legian sehingga tetap menjadi ikonik. Ketika orang berbicara Pantai Legian bersih sudah pasti mereka akan ingat ada kegiatan bersih-bersih. Maka dari itu, kegiatan ini pula diarahkan untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan agar mereka senantiasa memiliki sense of belonging (rasa memiliki) terhadap kebersihan pantai.

“Contoh sederhana, kalau ada sampah tapi tidak ada tempat sampah, maka mereka bisa ambil dan masukkan ke dalam saku, nah habit ini harus kita ciptakan terus dan harus berkelanjutan”, tegas Puspa Negara. (L’Post)

Related Posts