May 13, 2021
EKONOMI & PERBANKAN

Pelatihan Desain Kemasan dan Pengurusan Izin Edar, Strategi BPR Kanti Kuatkan Daya Saing UMKM

LiterasiPost.com, Gianyar –
Pandemi Covid-19 menghancurkan tatanan perekonomian yang telah terbangun dan tertata dengan baik sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, mengubah paradigma berfikir serta memunculkan ekosistem perekonomian yang baru. Banyak terlahir bisnis-bisnis baru yang kembali berawal dari home industri.

Daya tarik produk baru tidak bisa dilepaskan dari adanya kemasan yang menarik sesuai dengan masanya yaitu milenial. Tidak hanya melalui kemasan, karena Indonesia negara hukum maka perlu juga memahami mengenai izin edarnya.

BACA JUGA :  Mendunia, Aroma Khas Biji Kakao Fermentasi Jembrana

Itulah yang menginisiasi BPR Kanti berbagi untuk UMKM di Bulan Kasih Sayang ini dengan menggelar Pelatihan Desain Kemasan Produk dan Tata Cara Pengurusan Izin Edar (BPOM). Pelatihan dilaksanakan di Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan, Kabupaten Gianyar, Kamis (25/2/2021).

“Kami bukan business oriented, tapi dalam usia 32 tahun ini supaya ada yang kami perbuat bagi UMKM Bali. Pelatihan inilah sebagai strategi menguatkan daya saing UMKM di tengah pandemi Covid-19,” ujar Direktur Utama BPR Kanti, I Made Arya Amitaba.

Lebih lanjut dikatakan, membangun daya saing para pelaku UMKM di Bali ini guna menyongsong ledakan kunjungan wisatawan di masa berlalunya pandemi nanti sekaligus menjadi pemenang produk lokal di daerah sendiri dibandingkan produk Nasional.

Direktur Utama BPR Kanti, I Made Arya Amitaba. (Foto: igp)

Pelatihan diikuti oleh pelaku UMKM dari seluruh Bali, dan Kabupaten Gianyar mendapat kepercayaan sebagai pelaksana. Melihat antusiasnya para pelaku UMKM hingga membuat jumlah peserta membludak, maka pelatihan akan dilaksanakan secara berseri di bacth 2 pada 4 Maret mendatang

“Selamat berlatih, kami hadirkan mentor-mentor yang luar bisa sehingga menambah nilai produk dan berjaya tidak hanya sebagai produk lokal namun akan menjadi produk nasional bahkan internasional seperti tenun (Endek) Bali yang telah dilirik desainer dunia Christian Dior,” harap Arya Amitaba kepada peserta.

BACA JUGA :  Hilirisasi dan Digitalisasi Kendalikan Inflasi dan Tumbuhkan Ekonomi Jembrana

Setelah pelaksanaan pelatihan akan dilakukan pengundian bagi peserta untuk mendapatkan modal usaha atau modal kerja. Kerjasama ini terus berlanjut dan BPR Kanti akan memberikan pelatihan-pelatihan lainnya, apalagi BPR Kanti dipilih menjadi BPR yang mendapatkan pendampingan dari pemerintah Jerman melalui bank daerah milik negara setempat.

Sementara itu Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar, IA Ketut Surya Adnyani menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan ini. Menurutnya, dalam situasi saat ini selain memperoleh bantuan modal, UMKM juga perlu meningkatkan daya saing produk ke depan. Tak hanya mengandalkan produk dengan kualitas yang bagus, packaging (pengemasan) juga menjadi hal penting sebagai daya tarik bagi konsumen.

“Selain packaging, jangan lupa izin edar juga penting diperhatikan baik di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota maupun BPOM sesuai jenis produknya,” ujar istri Bupati Gianyar, Agus Mahayastra ini.

BACA JUGA :  Dorong Iklim Usaha UMKM, PLN UID Bali Konsisten Kelola Rumah BUMN

Pihaknya berharap pelatihan ini terus berlanjut dengan materi tentang marketing atau pemasaran produk. “UMKM tidak hanya berproduksi, lalu menjual produknya di toko. Tapi bagaimana ke depan bisa memanfaatkan teknologi digital agar bisa bersaing. Saya berharap BPR Kanti bisa memberikan pendampingan marketplace agar bisa menjual produk secara online juga,” pungkasnya.

Pelatihan ini berlangsung secara online dan offline yang juga dihadiri oleh Kepala Bagian Pengawasan Bank dan Pasar Modal OJK KR 8 Bali Nusra, Ni Luh Putu Candrawati, Ekonom Ahli KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, S. Donny H. Heatubun, Kepala BBPOM di Denpasar, Ni GAN Suarningsih, Ketua Umum Kadin Bali, I Made Ariandi dan Konsultan Kemasan UKM Bali, Putu Rupani. (igp)

Related Posts