November 2, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Pengurus BaliCEB Dilantik, Babak Baru Penguatan Bali sebagai Destinasi MICE Unggulan Asia dan Dunia

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Bali Convention and Exhibition Bureau atau BaliCEB bersiap memasuki babak baru penguatan industri Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) Bali melalui Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BaliCEB Periode 2026–2031 di Bali Beach Convention Center – The Meru Sanur, Denpasar, Jumat (5/6). Pelantikan pengurus BaliCEB menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi industri MICE di Bali.

BaliCEB mengajak seluruh pemangku kepentingan pemerintah, pelaku pariwisata, asosiasi, akademisi, media, komunitas, dan ekonomi kreatif untuk bersatu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi MICE unggulan Asia dan dunia. Inisiatif ini menargetkan peningkatan kualitas layanan, penguatan branding internasional, serta penciptaan peluang ekonomi baru. Dengan semangat kolaborasi, BaliCEB berkomitmen menjadikan Bali pusat inovasi dan keberlanjutan industri MICE, sekaligus mendukung visi Indonesia sebagai destinasi global berkelas internasional.

BACA JUGA :  Asesmen Sistem Manajemen Pengamanan Akomodasi Pariwisata, 5 Hotel Kawasan The Nusa Dua Raih Predikat Platinum

Ketua Umum BaliCEB, Dr. Ketut Jaman, menyampaikan bahwa Bali memiliki modal besar untuk tampil lebih kuat sebagai pusat business events internasional. Bali bukan hanya dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan global yang mampu menghadirkan pengalaman bisnis, diplomasi, kolaborasi, pertukaran gagasan, dan legacy bagi dunia.

“Bali telah terbukti bukan hanya sebagai destinasi leisure kelas dunia, tetapi juga sebagai destinasi MICE unggulan yang mampu menghadirkan pertemuan internasional berskala besar dengan standar profesional, sentuhan budaya, dan semangat keberlanjutan,” ujar Dr. Ketut Jaman.

Bali memiliki rekam jejak kuat sebagai tuan rumah berbagai event internasional berskala besar, antara lain APEC 2013, IMF–World Bank Annual Meetings 2018, KTT G20 2022, serta World Water Forum 2024. Keberhasilan tersebut menunjukkan Bali memiliki kapasitas, infrastruktur, pengalaman, keamanan, hospitality, serta kredibilitas global untuk menyelenggarakan pertemuan internasional berstandar tinggi.

Keunggulan Bali juga diperkuat oleh keberadaan ITDC Nusa Dua sebagai kawasan pariwisata dan MICE internasional yang tertata, berpengalaman, dan berstandar global. Selain itu, hadirnya KEK Kesehatan Sanur semakin memperluas positioning
Bali sebagai destinasi quality tourism yang memadukan MICE, wellness, health tourism, medical tourism, budaya, dan leisure.

BACA JUGA :  Musim Libur Sekolah, The Cakra Hotel Tawarkan Paket "School Holiday" yang Istimewa

Dengan seluruh modal tersebut, Bali memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi MICE terbaik di Asia dan dunia. Bali mampu memadukan business and leisure, modernitas dan budaya, profesionalisme dan keramahan, serta pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan. Inilah kekuatan Bali yang tidak mudah ditiru oleh destinasi lain.

Ketut Jaman menyatakan, pelantikan pengurus BaliCEB 2026–2031 bukan sekadar seremoni organisasi. Lebih dari itu, pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem MICE Bali yang lebih profesional, terarah, inklusif, dan berdaya saing global.

BaliCEB akan mendorong penguatan promosi internasional, memperluas jejaring global, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat standar layanan, serta melakukan bidding event internasional secara lebih aktif dan terukur. Selain itu, BaliCEB berkomitmen memperkuat kehadiran Bali pada berbagai forum dan pameran MICE internasional, seperti AIME Melbourne, IMEX Frankfurt, IMEX America Las Vegas, dan IBTM World Barcelona.

“Tugas utama BaliCEB adalah memastikan setiap meeting, conference, exhibition, incentive travel, dan business event yang berlangsung di Bali tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi ekonomi lokal, UMKM, tenaga kerja, budaya, serta reputasi Bali di mata dunia,” tambah Dr. Ketut Jaman.

Sebagai organisasi kolaboratif nirlaba, BaliCEB diharapkan menjadi rumah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan MICE Bali. BaliCEB akan menjadi ruang bersama untuk memperkuat promosi destinasi, jejaring industri, bidding event, pengembangan sumber daya manusia, peningkatan standar layanan, serta kolaborasi lintas sektor.

BACA JUGA :  Dua Paket Calon Dekan FAPET UNUD Ikuti Uji Kelayakan di Hadapan Rektor

Dalam momentum pelantikan ini, BaliCEB mengajak lebih banyak pelaku industri untuk bergabung sebagai member dan menjadi bagian dari gerakan besar penguatan MICE Bali. Ajakan ini terbuka bagi hotel, venue, resort, villa, destination management company (DMC), professional conference organizer (PCO), professional exhibition organizer (PEO), beach club, transport provider, travel agent, event supplier, pelaku ekonomi kreatif, serta industri pendukung lainnya.

Industri MICE memiliki nilai strategis bagi Bali karena mampu menghadirkan wisatawan berkualitas, memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, serta menggerakkan rantai nilai ekonomi lokal mulai dari hotel, venue, transportasi, restoran, UMKM, ekonomi kreatif, seni budaya, hingga komunitas lokal.

Karena itu, penguatan MICE tidak hanya menjadi agenda industri, tetapi juga bagian penting dari transformasi pariwisata Bali menuju pariwisata yang lebih berkualitas, inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan. Semakin kuat kolaborasi industri, semakin kuat pula posisi Bali dalam merebut peluang pasar MICE global. Kini saatnya industri MICE Bali bergerak bersama, lebih terarah, lebih profesional, dan lebih percaya diri.

Bali bukan hanya destinasi wisata dunia. Bali adalah panggung pertemuan
dunia—ruang lahirnya gagasan, kolaborasi, bisnis, diplomasi, dan masa depan. Melalui pelantikan Pengurus BaliCEB Periode 2026–2031, BaliCEB berharap lahir energi baru, kolaborasi baru, dan gerakan baru untuk menjadikan Bali sebagai destinasi MICE unggulan Asia dan dunia yang berbasis budaya, profesionalisme, dan keberlanjutan.

Penguatan industri MICE Bali diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah penyelenggaraan event internasional, tetapi juga memperluas manfaat bagi masyarakat, UMKM, ekonomi kreatif, tenaga kerja, komunitas lokal, serta pelaku seni dan budaya. Dengan demikian, MICE dapat menjadi salah satu motor penting dalam memperkuat pariwisata berkualitas dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (L’Post)

Related Posts