January 31, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Penjor Festival 2025 di GWK Berlangsung Semarak

LITERASIPOST.COM – Badung | Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam kesuksesan Penjor Festival 2025, yang resmi berakhir pada 1 November 2025. Setelah berlangsung selama sepekan penuh, rangkaian kegiatan festival budaya ini berjalan lancar dan meriah, menampilkan keindahan tradisi Bali melalui berbagai pameran, lomba, dan pertunjukan seni yang mengangkat filosofi Penjor sebagai simbol keseimbangan dan kemakmuran.

Deretan penjor menghiasi area GWK dalam rangkaian Penjor Festival 2025. (Foto: Literasipost)

Puncak acara Penjor Festival yang digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025 diwarnai antusiasme luar biasa dari masyarakat dan wisatawan. Beragam kegiatan seperti Lomba Barong, Mekendang Tunggal, Balaganjur, Pameran Ogoh-Ogoh Mini, serta Pertunjukan Kolosal Sanggar Saba Sari dan penampilan musisi Bagus Wirata menjadi sorotan utama.

Turut hadir dalam acara ini Kabid Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Ni Luh Ayu Rai Sarisarmini, serta Dr. I Gede Arta, A.P., S.H., M.Si., selaku Camat Kuta Selatan yang hadir mewakili Bupati Badung, sebagai bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Badung terhadap kegiatan ini.

Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh seniman, pengrajin, komunitas budaya, dan tamu undangan yang telah berpartisipasi dalam festival ini.

BACA JUGA :  Mercure Kuta Beach Bali Rayakan 15 Tahun Program Loyalitas ALL

“Kami sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat Bali, para seniman, serta Pemerintah Kabupaten Badung yang telah bersama-sama mewujudkan semangat Penjor Festival. Keterlibatan semua pihak menunjukkan bahwa GWK benar-benar menjadi rumah bagi ekspresi budaya Bali yang hidup dan berkembang,” ujar Ch. Rossie Andriani.

Melalui penyelenggaraan Penjor Festival ini, GWK menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat budaya dan ruang kolaborasi bagi pelaku seni serta masyarakat Bali. Harapannya, kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai wujud nyata dedikasi GWK dalam menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan kekayaan budaya Bali ke tingkat nasional dan internasional. (L’Post)

Related Posts