Penutupan Program Nelayan Lestari Tahun Pertama di Desa Kusamba

LITERASIPOST.COM – Klungkung | Program Nelayan Lestari menutup pelaksanaan tahun pertamanya di Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, setelah berjalan selama 14 bulan pada periode 2024-2025. Program ini dirancang untuk mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan di sektor perikanan skala kecil sekaligus memperkuat kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga nelayan secara berkelanjutan.
Program Nelayan Lestari berangkat dari pendekatan kolektif, dengan menempatkan transisi energi sebagai kebutuhan bersama masyarakat pesisir. Oleh karena itu, implementasi program tidak hanya menyasar nelayan sebagai pengguna utama teknologi, tetapi juga melibatkan istri nelayan dan anak-anak muda melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Selama satu tahun pelaksanaan, kami belajar bahwa perubahan tidak hanya soal teknologi, tetapi jirp tentang kepercayaan, kebiasaan, dan kolaborasi. Melalui proses tersebut, 10 kelompok nelayan di Kusamba memperoleh akses terhadap mesin ketinting listrik MantaOne, sepeda motor listrik hasil konversi dari kendaraan berbahan bakar minyak, serta berbagai program penguatan kapasitas”, ujar Nadea Nabilla, Founder dan Direktur Azura Indonesia.
“Capaian di tahun pertama ini menjadi pondasi penting untuk melangkah ke Tahun Kedua. Ke depan, Nelayan Lestari akan berfokus pada perluasan penggunaan Marine EV agar semakin rutin dan terintegrasi”, tambahnya.
Pengurangan Emisi Karbon di Wilayah Pesisir
Dalam upaya mendukung alih teknologi menuju perikanan yang lebih ramah lingkungan, Program Nelayan Lestari menyalurkan hibah 10 unit kendaraan listrik laut (Marine EV) dan 30 pack baterai kepada
10 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di Desa Kusamba. Sepanjang pelaksanaan program, penggunaan mesin kapal bertenaga listrik ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 246,34 kilogram, sekaligus mengurangi ketergantungan nelayan terhadap bahan bakar minyak.
Untuk mendukung keberlanjutan penggunaan teknologi tersebut, program ini juga membangun stasiun pengisian daya berbasis panel surya di Desa Kusamba sebagai fasilitas pengisian daya berbasis energi surya. Selain itu, berbagai kegiatan pendukung turut dilaksanakan, seperti lokakarya teknologi ramah lingkungan, pelatihan konversi kendaraan listrik, pelatihan teknisi desa, serta uji coba produk Marine EV yang melibatkan nelayan dan anak muda.
Peningkatan Kondisi Ekonomi Rumah Tangga Nelayan
Adopsi mesin kapal listrik memberikan dampak langsung pada efisiensi biaya operasional melaut. Untuk memperkuat dampak ekonomi tersebut, Program Nelayan Lestari juga menyelenggarakan berbagai pelatihan peningkatan kapasitas, meliputi:
● 2 sesi pelatihan pengenalan kendaraan listrik untuk nelayan
● 2 sesi pelatihan konversi kendaraan listrik roda dua untuk teknisi desa
● 15 sesi pelatihan metode penangkapan ikan line-caught untuk nelayan
● 15 sesi pelatihan post-catch treatment, termasuk teknik memfillet ikan
● 2 sesi pelatihan dasar literasi keuangan untuk istri-istri nelayan
● 2 sesi pelatihan kewirausahaan hijau untuk istri-istri nelayan
● 3 sesi pelatihan dasar fotografi untuk anak-anak muda keluarga nelayan
Rangkaian pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan, membuka peluang penghasilan tambahan, serta memperkuat peran seluruh anggota keluarga nelayan dalam ekonomi rumah tangga.
Agenda Penutupan Program dan Transisi ke Tahun Kedua Nelayan Lestari Kusamba
Kegiatan Penutupan Program Nelayan Lestari Tahun Pertama dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari di Desa Kusamba. Acara ini menjadi penutup rangkaian pelaksanaan program tahun pertama sekaligus menandai dimulainya fase lanjutan Program Nelayan Lestari di tahun kedua.
Sebelum rangkaian acara formal dimulai, para tamu yang hadir terlebih dahulu disambut dengan showcase unit mesin listrik MantaOne di area bawah venue. Showcase ini menampilkan secara langsung perangkat teknologi Marine EV yang digunakan dalam Program Nelayan Lestari, sehingga peserta dapat melihat dari dekat unit mesin kapal listrik yang menjadi bagian dari upaya transisi energi di sektor perikanan skala kecil.
Rangkaian acara diawali dengan sesi formal penutupan program yang memuat pemaparan singkat capaian Program Nelayan Lestari selama periode 2024-2025 serta refleksi pelaksanaan program bersama para pemangku kepentingan desa.
“Pihak pemerintah desa tentu mendukung penuh segala jenis program yang memiliki tujuan pemberdayaan sumber daya manusia. Azura Indonesia melalui program Nelayan Lestari, datang ke Desa Kusamba menyasar semua pihak untuk dilibatkan, mulai dari nelayan, istri nelayan, sampai anak muda”, ucap I Nengah Semadi Adnyana, Perbekel Desa Kusamba.
“Kami hanya bisa menyediakan fasilitas pendukung dan ruang. Sekali lagi, terimakasih karena telah mempercayai Desa Kusamba untuk menjalankan program”, sambungnya.
Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman Program Nelayan Lestari Tahun Kedua antara Azura Indonesia dan 11 KUB Nelayan Desa Kusamba. Penandatanganan ini menegaskan kelanjutan kolaborasi dalam mendorong transisi energi dan penguatan ekonomi nelayan secara berkelanjutan.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati, S.Sos., MM, memberikan pernyataan, “Program Nelayan Lestari milik Azura Indonesia secara bertahap, berhasil menyebarluaskan pengetahuan mengenai transisi energi untuk komunitas masyarakat pesisir Desa Kusamba, yang tentunya sangat kami apresiasi. Harapannya, program ini tidak hanya berhenti di tahun pertama maupun tahun kedua saja. Tapi juga di tahun-tahun berikutnya, tetap semangat untuk bersama-sama menjadikan masyarakat semakin berdaya terutama di sektor kelautan”. (L’Post/r)














