Pertamina Patra Niaga Dorong Penjualan Bright Gas Lewat Kerjasama UMKM Kuliner Fast Food di Bali

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Sales Area Retail Bali terus mendorong peningkatan penjualan LPG Non-PSO Bright Gas dengan menggandeng pelaku UMKM kuliner fast food melalui skema kerjasama Business to Business (B2B) di seluruh wilayah Provinsi Bali.
Program ini menjadi solusi pemenuhan energi bagi pelaku usaha menengah ke atas, khususnya sektor kuliner, yang membutuhkan pasokan LPG dalam jumlah besar, aman, dan sesuai regulasi. Bright Gas tersedia dalam kemasan 5,5 kg, 12 kg, dan 50 kg, dengan pengiriman cepat langsung dari agen resmi NPSO Pertamina. Selain menjamin keaslian produk, Pertamina juga memberikan layanan purna jual (after sales service) guna memastikan keberlanjutan operasional mitra usaha.
“Selain pasokan yang terjamin, mitra usaha juga mendapatkan layanan pengiriman langsung, after sales service, serta peluang menjadi sub-penyalur Bright Gas,” ungkap Sales Area Manager Retail Pertamina wilayah Bali, Endo Eko Satryo dalam keterangan tertulisnya.
Pertamina Sales Area Retail Bali mencatat masih adanya tantangan penggunaan LPG subsidi (PSO) di sektor usaha, yang berpotensi menimbulkan penyelewengan subsidi serta risiko keselamatan. Oleh karena itu, Pertamina mendorong peralihan penggunaan LPG Non-PSO Bright Gas di segmen usaha kuliner dan fast food.
Sejalan dengan hal tersebut, Pertamina telah menjalin kerjasama dengan sejumlah mitra, antara lain Ayam Crispy Kriuk (ACK), Laundry Sung, BUPDA Canggu, dan BUPDA Dalung. Implementasi kerjasama dilakukan melalui sosialisasi bersama pemerintah daerah, sidak terpadu, hingga penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Disampaikan juga bahwa saat ini, program B2B Bright Gas di Bali mencatatkan hasil positif dengan pertumbuhan penjualan mencapai 391 persen, setara 3.194 metrik ton (MT). Pertamina Patra Niaga Sales Retail Bali juga telah menandatangani MoU B2B dengan lebih dari seratus outlet ACK, dengan total outlet Bright Gas di Bali mencapai 1.302 outlet.
“Pertumbuhan penjualan Bright Gas di Bali mencapai 391 persen. Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha semakin sadar pentingnya penggunaan LPG Non-PSO yang aman dan tepat sasaran, terutama di sektor kuliner dan fast food,” jelas Endo.
Terpisah Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyampaikan bahwa program ini turut mendukung peraturan pemerintah dengan memastikan outlet fast food menggunakan Bright Gas sesuai regulasi yang berlaku.
“Program B2B Bright Gas ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung UMKM kuliner agar menggunakan energi yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi. Selain meningkatkan penjualan Bright Gas, program ini juga menjadi upaya bersama mencegah penyalahgunaan LPG subsidi,” ujar Ahad.
Saat ini Pertamina Patra Niaga wilayah Bali masih membuka kesempatan bagi pelaku UMKM kuliner dan bisnis lainnya yang ingin menjalin kerjasama B2B Bright Gas. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Pertamina Contact Center 135 (Call Center Pertamina). (L’Post/r)














