PTM SMP Dwijendra Denpasar Dimulai, Banyak Siswa Belum Kenali Lingkungan Sekolah

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Hampir semua sekolah di Kota Denpasar mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) sejak Jumat (1/10/2021). Salah satunya adalah SMP Dwijendra Denpasar.
Kepala SMP Dwijendra Denpasar, I Ketut Budayasa, ST mengatakan pihaknya menerapkan PTM secara terbatas yang dimulai dari siswa kelas 7. Sebelum itu pihak sekolah telah memenuhi berkas-berkas yang dipersyaratkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar untuk memperoleh izin pelaksanaan PTM.
“Sistemnya, siswa dalam satu kelas kami bagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok kecil untuk absen nomor 1 sampai 16, dan kelompok besar untuk absen nomor 17 sampai 32. Yang masuk di hari pertama adalah kelompok besar sebanyak delapan kelas, di hari berikutnya masuk kelas kecil, dan terus bergantian sampai satu minggu ini kita coba. Selanjutnya akan kami coba sistem yang sama untuk siswa kelas 8 dan 9,” ujar Budayasa.
Dikatakan, bagi siswa yang tidak mendapatkan giliran PTM tetap melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Jika uji coba PTM ini sudah berlangsung selama satu putaran, selanjutnya dilakukan evaluasi sebagai pertimbangan untuk melakukan pembelajaran 2 shift.
“Bahan evaluasi kami di hari pertama, banyak siswa yang belum mengenal lingkungan sekolah, posisi-posisi ruangan, karena mereka baru pertama kali ke sekolah,” ungkapnya.
Untuk penerapan prokes, Budayasa menjelaskan ketika siswa datang dilakukan pengecekan suhu di pintu gerbang sekolah, selanjutnya pengecekan suhu kedua saat akan memasuki halaman sekolah. Kemudian siswa diarahkan untuk mencuci tangan dan menuju ke ruang kelas masing-masing. Di tiap ruang kelas siswa wajib melakukan scan barcode SpeedID, lalu menempati tempat duduk yang jaraknya sudah diatur.
“Kami tentu berharap uji coba PTM ini berjalan dengan baik sehingga PTM dapat diteruskan dan proses belajar mengajar bisa lebih optimal seperti sediakala. Kami juga berharap tidak ada muncul klaster Covid-19, karena kami para guru dan hampir semua siswa sudah menjalani vaksinasi dosis kedua,” pungkasnya. (igp)














