September 9, 2026
PENDIDIKAN

Sambut Dies Natalis ke-24, ITB STIKOM Bali Sehatkan Raga lewat Jalan Santai

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali menggelar jalan santai pada Sabtu (8/8). Kegiatan yang menjadi rangkaian Dies Natalis ke-24 kampus IT pertama di Bali ini, dilepas oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Santi (WDS), Prof I Made Bandem, Ketua Yayasan WDS, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak., dan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan di kampus ITB STIKOM Bali, Denpasar.

Jalan santai diikuti oleh sekitar 2.000 orang dari 20 unit pendidikan dan unit usaha di bawah naungan STIKOM Bali Group, kecuali yang ada di Bandung. Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan rutin setiap tahun dalam menyambut Dies Natalis. Tujuannya agar seluruh civitas akademika dapat memaknai arti kesehatan jiwa dan raga. Terjaganya kesehatan jiwa dan raga sehingga dapat melaksanakan pembelajaran dan perkuliahan secara baik dan sempurna.

Pembina Yayasan Widya Dharma Santi (WDS), Prof I Made Bandem (tengah), Ketua Yayasan WDS, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. (dua dari kanan) dan Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan (dua dari kiri) saat kegiatan jalan santai. (Foto: Literasipost) 

“Pendidikan itu harus mendidik jiwa dan raga, nah pada saat ini kita melakukan jalan sehat untuk kesehatan raga. Di samping jalan santai ini, ada beberapa kegiatan yang akan kami laksanakan seperti pameran robot dan pelatihan cyber security yang akan dilatih oleh perwakilan Kedutaan Besar Amerika secara online, kemudian pada malam harinya dilaksanakan acara puncak Dies Natalis ke-24”, ujar Dadang Hermawan.

Pembina Yayasan Widya Dharma Santi, Prof I Made Bandem mengungkapkan tema Dies Natalis tahun ini, yaitu Agni Jnana Jagadhita. Jika dijabarkan bahwa Agni berarti api, yaitu semangat untuk melakukan pembaharuan, inovasi dan kreativitas. Jnana berarti ilmu pengetahuan dan teknologi yang mapan.

“Jadi, kita harus terus berjuang sekuat-kuatnya supaya perkembangan teknologi yang semakin canggih ini dapat kita bina dan anak-anak bisa belajar di sini dengan baik”, jelas Prof Bandem.

BACA JUGA :  UNUD Lepas 71 Mahasiswa MBKM Membangun Desa

Lalu, Jagadhita artinya kebahagiaan hidup lewat teknologi. Apapun yang kita lakukan sekarang ini basisnya adalah ilmu pengetahuan, teknologi serta kreativitas seni dan budaya.

Lanjut Prof Bandem, jika dikaitkan dengan umur manusia yang rata-rata 75 tahun, maka usia ITB STIKOM Bali saat ini berada pada rentang 25 tahun pertama. Dimana dalam kearifan lokal Bali disebut masa Brahmacari (masa menuntut ilmu pengetahuan), yakni masa belajar dan mencari pengalaman. 25 tahun berikutnya memasuki masa Grahasta, yaitu masa berumah tangga, kemapanan dan sempurna. Hal inilah yang diharapkan dapat dialami oleh ITB STIKOM Bali sehingga bisa eksis ke depan.

“Semua itu basisnya adalah Tri Hita Karana, yaitu keseimbangan dan keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam lingkungan. Harapannya ITB STIKOM Bali tetap jaya dan berkembang dengan baik”, pungkasnya. (L’Post)

Related Posts