February 1, 2023
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Target Dibuka Akhir 2023, Bali International Hospital Diharapkan Beri Kebermanfaatan bagi Masyarakat Sanur

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Pemerintah saat ini sedang membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) seluas 40 hektar untuk kesehatan yang pertama di wilayah Sanur, Denpasar. KEK Kesehatan ini kelak bukan hanya menawarkan Medical Tourism, tetapi juga menjadi tujuan wisata wellness sehingga Bali akan memiliki Health Tourism yang komprehensif.

PT Pertamina Bina Medika – Indonesia Healthcare Corporation (IHC) bersama Mayo Clinic merancang desain bangun, tata kelola dan budaya, layanan medis dan quality assurance dengan tujuan untuk memposisikan kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien pada standar internasional tertinggi sehingga diharapkan orang Indonesia tidak perlu lagi ke luar negeri untuk berobat.

Foto bersama para pembicara dan stakeholder pariwisata Bali usai acara talkshow. (Foto: igp/Literasipost)

“Negara kita kehilangan sekitar 97,6 triliun Rupiah selama tahun 2019 karena hampir 2 juta orang Indonesia bepergian ke luar negeri untuk tujuan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan berkelanjutan seperti kanker dan aestethic. Padahal, kita memiliki peran penting di Asia dengan prediksi pengembangan ekonomi yang pesat, membuka peluang untuk bersaing dan memiliki infrastruktur serta nilai tambah salah satunya di bidang kesehatan. Untuk itulah pemerintah melalui BUMN berinisiatif membangun fasilitas bertaraf internasional dengan teknologi, spesialisasi serta didukung oleh sistem dan sumber daya manusia kesehatan yang andal,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika – ITC, drg. Mira Dyah Wahyuni, MARS pada Talkshow “Challenge and Opportunities of Indonesia’s Medical Tourism” bertempat di Puri Santrian Sanur, Senin (23/1/2023).

Dikatakan, Mayo Clinic merupakan rumah sakit terbaik dunia (sejak publikasi daftar Global Newsweek & Statista Inc. pertama pada tahun 2019), rumah sakit terbaik AS selama tujuh tahun berturut-turut, serta peringkat teratas dalam 14 spesialisasi (US News & World Report). Mayo Clinic adalah lembaga perawatan kesehatan terkemuka di dunia, yang menonjol karena keunggulannya yang konsisten, termasuk dokter yang terkemuka, perawatan keperawatan terbaik, dan teknologi canggih.

BACA JUGA :  Pengabdian Masyarakat Prodi Arsitektur UNUD, Penataan Kawasan Kayuan Selonding di Desa Pedawa

Di KEK ini juga merevitalisasi hotel bersejarah yang dibangun oleh Ir. Soekarno (Inna Grand Bali Beach) dan menyatu dengan etno botanical garden. Mira mengatakan bahwa Sanur yang sudah terkenal sejak lama sebagai destinasi wisata yang sarat dengan budaya dan sejarah menjadi pilihan lokasi yang tepat. Mengambil inspirasi Sanur dari asal kata “Sahar Nuhur” atau “silahkan datang”, dimana wilayah Desa Intaran (diambil dari banyaknya tumbuhan perdu Intaran) dulunya banyak dipakai untuk pengobatan serta Sanur yang juga dikenal sebagai “The Sunrise of Bali” menjadikan Sanur istimewa sebagai destinasi kesehatan.

Pembangunan rumah sakit diharapkan selesai pada akhir 2023 dan beroperasi penuh pada awal tahun 2024. Berdiri di atas lahan seluas 5 Ha (dengan luas bangunan sekitar 60.000 m² di empat lantai) yang dikelilingi oleh landscape tanaman tropis, pengembangan Bali International Hospital (BIH) merencanakan 250 tempat tidur rawat inap, dengan 6 pusat unggulan kelas dunia, terutama di sektor Cardiology, Oncology, Neurology, untuk manajemen penyakit kritis. Selain itu, Gastro-Hepato (Gastroenterology), Orthopaedic serta Medical Check Up akan menjadi spesialisasi medis yang sepenuhnya terintegrasi ke dalam rumah sakit ini.

Dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Rumah Sakit di Kawasan Ekonomi Khusus, diharapkan tenaga kesehatan warga negara Indonesia lulusan luar negeri dapat berpraktek tanpa melalui prosedur adaptasi di universitas pendidikan terlebih dahulu dengan misi untuk mentransfer pengetahuan dan teknologi secara progresif  serta masuknya obat obatan berkualitas tinggi sesuai ijin edar dapat digunakan.

BACA JUGA :  Efisien Listrik, PLN Bali Dorong Masyarakat Bertani Hidroponik

Didukung dan dipandu oleh “the Medical Advisory Board” yang terdiri dari Guru Besar dan pakar bidang kedokteran yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia, untuk mencapai keunggulan klinis, operasional dan bisnis, BIH akan mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan dengan institusi regional lainnya dan memberikan ketenangan pikiran kepada pasien masa depan. Pasalnya, pasien dapat meyakini bahwa penyedia layanan kesehatan mereka berkolaborasi dengan institusi dunia yang terpercaya di industri kesehatan ini.

“BIH berkomitmen untuk menempatkan dan menumbuhkan reputasi Bali sebagai destinasi medical tourism terkemuka di Indonesia. BIH menjadi kebanggaan dan semakin berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Ini bagian dari komitmen BUMN untuk Indonesia,” pungkas Mira.

Wakil Gubernur Bali, Prof. Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace mengungkapkan Pemda Bali tentu sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui BUMN yang mewujudkan KEK kesehatan di Sanur. Diharapkan hal ini akan memberikan manfaat, berdampak kesejahteraan bagi masyarakat Bali sekaligus juga bisa menjaga kelestarian alam Bali selanjutnya.

BACA JUGA :  Prodi Teknologi Pangan UNUD Kembangkan Inovasi Pengolahan Jeruk Siam Kintamani dengan Model Zero Waste Process

“Kita di Bali sudah punya pola pengobatan herbal sejak dahulu kala, namanya Usadha, semoga bisa terakomodir juga di rumah sakit internasional ini nantinya, ini kan budaya yang ada di Bali, ini bisa kita angkat agar berbeda dengan rumah sakit internasional yang sudah ada di luar,” ungkap Cok Ace.

Ketua Yayasan Pembangunan Sanur, IB Gede Agung Sidharta Putra, mengatakan pihaknya mewakili masyarakat Sanur sangat mendukung revitalisasi ini sehingga ke depan destinasi wisata Sanur menjadi lebih baik lagi. “Tentu ada harapan kami agar penyerapan tenaga kerja lokal (Sanur) diperhatikan, sehingga kami tidak tersisih di desa kami sendiri, ibaratnya tidak mati di lumbung. Bapak Erick Thohir (Menteri BUMN) sempat mengatakan bahwa yang penting kebermanfaatannya untuk masyarakat lokal,” ungkap Gusde, panggilannya.

Acara talkshow ini turut dihadiri oleh perwakilan Bali Tourism Board, ASITA, serta Konjen. (igp)

Related Posts