February 8, 2026
BALI

Teguran Presiden Momentum bagi Bali Segera Berbenah

LITERASIPOST.COM – Badung | “Presiden menegur berarti sayang Bali, faham Bali masih bermasalah dengan sampah, dan mari jengah jaga kebersihan  dengan aksi nyata berkelanjutan”, ungkap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara mengawali komentarnya.

“Jadikan teguran ini sebagai momentum untuk segera berbenah, jengah, fokus dan konsisten mengelola sampah di Bali”, imbuhnya.

BACA JUGA :  PLN Hadirkan Inovasi SPLU Terbaru di KTT AIS Forum 2023

Menurutnya, persoalan sampah di Bali mendadak mengguncang dunia,  setelah Presiden Prabowo menegur kepala daerah. Situasi paradox dinobatkannya Bali sebagai World Best Destination 2026, dan adanya statement dari Fodors – sebuah biro perjalanan USA bahwa Bali tidak layak dikunjungi tahun 2025 karena masalah sampah, macet, perilaku buruk beberapa Wisman, tingginya aksi kriminalitas.

Paradoksial lainya  bahwa  tingginya eskalasi netizen di medsos yang menayangkan Bali sepi turis, tapi faktanya jumlah kunjungan Wisman naik 11% dari 6,3 juta pada tahun 2024 menjadi 7,05 juta tahun 2025. Hal ini menunjukkan ada yang perlu diperbaiki segera dalam mengelola Bali. 

“Bahwa, sampah masih merupakan persoalan yang belum terselesaikan sampai saat ini, baik di darat maupun di pantai”, ujarnya.

Sampah darat masih menumpuk di mana-mana dan belum menunjukkan adanya sistem  yang clean & clear. Sementara sampah pantai datang setiap tahun di musim angin barat/west monson dimana sampah beratus-ratus ton menyerbu pesisir yang menghadap ke arah barat,  Badung dengan panjang garis pantai kurang lebih 82 Km, yang sebagian menghadap arah barat, mulai dari pantai Labuan Sait Pecatu,  Pantai Jimbaran, Kedonganan, Pantai Kelan, Pantai Tuban, Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Batu Belig, Petitenget, Berawa, Batu Bolong, Canggu, Cemagi, Munggu, Pererenan hingga Pantai Seseh dipastikan tiap tahun menerima sampah kiriman dalam jumlah yang fantastis dengan komposisi campuran kayu gelondongan, ranting dan varian sampah plastik. 

BACA JUGA :  Menteri Urusan Wanita Inggris Berbagi Strategi di B20-G20 Dialogue “Women in Business Action Council”

Jaman dahulu dibawah tahun 1980an turis masih blum sebanyak sekarang,  sampah pantai/pesisir sangat berguna bagi masyarakat  untuk kayu bakar, dan aktifitas lainya seperti untuk bahan bakar pembuatan bata, pamor dan sejenisnya., demikian halnya sampah ranting menepi kepinggir sekaligus menjadi lemekan/pupuk untuk tanaman pantai seperti katang katang, padang gulung, pandan, ketapang, camplung, waru dan sejenisnya Namun kini di era tahun 1990an masyarakat tidak lagi memanfaatkan sampah pesisir tsb krn tidak lagi menggunakan kayu bakar, disamping jenis sampah semakin pekat dg campuran plastik dan sejenisnya yg sulit untuk dipilah, akibatnya pantai terlihat kotor krn sampah dimusim angin barat menepi dlm jumlah banyak dan didominasi sampah plastik. 

Berbagai upaya keras sejatinya telah dilakukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat, meskipun belum .optimal karena kita berhadapan dengan alam atau sampah kiriman yang jumlahnya luar biasa. 

Sejauh ini Pemkab Badung melalui DLHK sudah bekerja keras dengan menyiapkan tenaga kebersihan  standby di pantai setiap pagi, demikian halnya peralatan seperti Loader, Barber rake, Trucktor, truk sampah hingga  tim khusus yang didukung oleh masyarakat, para pedagang pantai, pengelola pantai, balawista, para pelaku usaha, dan stakeholders, mereka bahu membahu membersihkan sampah kiriman ini, tetapi volume yang begitu besar dan datang terus menerus setiap saat di bulan desember, Januari, dan Februari seiring tiupan angin barat, pagi dibersihkan siang dia muncul, siang dibersihkan sore dia menepi dan seterusnya. 

Agar di musim west monson ini sampah pesisir bisa ditanggulangi dengan  teknologi (penjaringan sampah floating di tengah laut), tambahan infrastruktur seperti alat pemisah sampah dengan pasir, pengangkutan dan TPST tempat pembuangan sampah pesisir yg jumlahnya sangat fantastis, bisa mencapai 200 ton per hari di pantai Samigita saja. 

BACA JUGA :  Mudik dengan Kendaraan Listrik, 76 SPKLU Siaga di Area Bali

“Oleh karena itu kita perlu lebih fokus dan super  prioritas dalam mengelola sampah”, katanya.

“Sentilan  Presiden adalah sebagai warning atau peringatan agar kita selalu aware atau peduli, ditengah Bali dan jajaran  pemerintah yang sudah dan terus berbenah untuk  kuatkan manajemen sampah dari hulu ke hilir”, sambungnya.

Bali perlu dukungan  nyata dari pemerintah pusat berupa sistem manajemen dan  pembangunan infrastruktur, mesin /peralatan pengolahan sampah modern yang ramah lingkungan dan paripurna. Sampah adalah tanggungjawab semua pihak,  setiap individu  memproduksi sampah dan wajib ikut mengelola sampah dengan bijak, dan turun tangan menjaga kebersihan lingkungan kita. 

Statemen Presiden Prabowo dalam Rakornas Porkompinda seluruh Indonesia tentang pantai yang kotor di Bali harus dimaknai positif, bahwa Pemerintah Daerah, Gubenur dan Bupati Walikota se-Bali harus lebih fokus, konsisten, dan  bersungguh-sungguh membuat manajemen pengolahan sampah dari  hulu ke  hilir, jadikan pengelolaan sampah sebagai Program super prioritas berkelanjutan. Libatkan partisipasi aktif masyarakat, perkuat perilaku masyarakat dalam mengelola sampah terutama menyangkut program penguatan  pengetahuan, ketrampilan dan sikap masyarakat. 

“Tiada kata menyerah untuk sampah,  dan jadikan teguran Presiden untuk lebih serius menjaga alam lingkungan Bali”, tegasnya.

BACA JUGA :  Jelang KTT G20, Enam Perusahaan Dukung Energi Hijau Lewat REC PLN

Padahal Pemprov  Bali sudah punya modal untuk menjaga Lingkungan dan budaya dari Pungutan wisatawan asing sebesar Rp150.000 per orang, harus bisa diarahkan segera untuk pengelolaan sampah. 

Disisi lain sebagai masyarakat, dan aksi nyata, saya tetap konsisten  menggerakkan dan memotivasi aksi bersih bersih pantai tanpa instruksi  dari manapun, hanya panggilan hati, rutin setiap hari jumat  pagi di pantai legian bersama komunitas Bumi kita nuswantara, pengelola pantai, pedagang pantai, masyarakat dan seluruh pelaku usaha pariwisata di Legian, sudah berjalan 5 tahun dan tidak pernah berhenti, hanya sebagai langkah kecil untuk menciptakan habit/kebiasaan, mengedukasi dan menggerakkan potensi yang ada untuk turut menjaga destinasi pantai legian tetap bersih, sehat, asri dan mempesona. 

“Oleh karena itu, mari kita aware dan lakukan langkah sekecil apapun untuk menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus jadikan teguran bapak Presiden sebagai momentum untuk berbenah, wujudkan Bali bersih dan mempesona.”, pungkas Puspa Negara. (L’Post/r)

Related Posts