July 27, 2021
EKONOMI & PERBANKAN

TPID Karangasem Dorong Gerakan Gemar Menanam Bahan Pangan

LiterasiPost.com, Karangasem –
Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karangasem bertempat di Wantilan Nawa Satya Kantor Bupati Karangasem, Senin (8/3/2021).

Bupati Gede Dana menyebutkan TPID Karangasem telah membentuk neraca pangan untuk menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta menjaga komunikasi yang efektif.

“Sejalan dengan tugas TPID, kebijakan Pemkab Karangasem dalam 5 tahun ke depan di bidang pertanian akan memprioritaskan kebijakan dan program pembangunan pangan dari hulu ke hilir yang berorientasi pada upaya pemenuhan dalam jumlah dan kualitas yang memadai,” kata Bupati Gede Dana.

BACA JUGA :  Mendunia, Aroma Khas Biji Kakao Fermentasi Jembrana

Untuk mencapai target tersebut, langkah-langkah yang akan ditempuh antara lain melakukan penelitian dan pengembangan guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian; memetakan potensi pertanian, perkebunan, peternakan dan kelautan; memetakan dan mengembangkan potensi industri perajin arak tradisional; program yang mendukung peningkatan kedaulatan pangan melalui kedaulatan beras; pengembangan pertanian taman gumi banten; mendorong pemanfaatan secara optimal tanah pekarangan, lahan kosong dan lahan tidak produktif untuk ditanami sayuran dan buah-buahan; pengembangan untuk pelestarian tanaman langka; serta mendorong program revitalisasi subak lestari atau subak abadi.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Rizki Ernadi Wimanda mengapresiasi kehadiran Bupati Karangasem selaku pemimpin rapat. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Koordinator Perekonomian selaku Ketua Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di mana kehadiran Bupati/Wakil Bupati dalam rapat TPID sebagai wujud komitmen Kepala Daerah atas pelaksanaan program pengendalian inflasi di daerah.

Disebutkan, secara umum pemulihan ekonomi Bali menunjukkan adanya perkembangan positif, meskipun polanya masih melandai. Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan IV 2020 tumbuh -12,21 persen (yoy), sedikit membaik dibandingkan triwulan III 2020 yang mencapai -12,32 persen (yoy).

BACA JUGA :  Pemulihan Ekonomi, OJK Dorong Pertumbuhan Kredit Perbankan ke UMKM dan Konsumsi

Dari sisi perkembangan harga, Provinsi Bali mengalami deflasi -0,15 persen (mtm) pada Februari 2021. Meskipun mengalami penurunan harga secara umum, beberapa komoditas pangan justru tercatat mengalami kenaikan harga, diantaranya cabai rawit, cabai merah, daging babi, sawi hijau dan bayam. Dalam jangka pendek, empat komoditas yang perlu diantisipasi menjelang Hari Raya Nyepi ialah telur ayam ras, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.

‘Hal ini terutama disebabkan oleh periode perayaan Nyepi yang berlangsung pada triwulan I di mana pasokan masih belum optimal akibat curah hujan yang tinggi, serta peningkatan permintaan menjelang hari raya,” kata Rizki.

Berdasarkan pemantauan harga pada 10 komoditas utama di Pasar Amlapura Timur lewat Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis (SIGAPURA), rata-rata kumulatif inflasi tahunan cabai rawit, daging babi dan minyak goreng terbilang masih tinggi (>8 persen) sehingga perlu mendapat perhatian lebih lanjut, terutama menjelang Hari Raya Nyepi.

BACA JUGA :  Klaim "Anak Kandung" ITB STIKOM Bali, Masyarakat Diminta Jangan Terkecoh

Bank Indonesia merekomendasikan sejumlah kebijakan untuk pengendalian inflasi ke depan, yaitu (1) pelaksanaan program pengendalian inflasi sesuai kewenangan OPD dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, (2) TPID menjamin kecukupan pasokan, kestabilan harga dan kelancaran distribusi sebelum pelaksanaan hari raya Nyepi, (3) mendorong kerja sama antar daerah, (4) mendorong pembentukan BUMD pangan, dan (5) pemanfaatan aplikasi digital dalam teknologi pertanian dan penjualan hasil pertanian.

Sebagai tindak lanjut rapat tersebut, TPID Karangasem menyepakati langkah strategis untuk memastikan kecukupan stok pangan di Kabupaten Karangasem, yakni mendorong gerakan gemar menanam bahan pangan di lahan kosong dan pekarangan masyarakat. Gerakan ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan setiap rumah tangga di Kabupaten Karangasem secara mandiri untuk mendukung visi kedaulatan pangan oleh Pemkab Karangasem. (igp/r)

Related Posts