February 1, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Tutup PKB ke-47 dan Buka FSBJ ke-7: Gubernur Koster Apresiasi Dedikasi Seniman

LITERASIPOST.COM – DENPASAR | Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga, melestarikan, dan memajukan seni budaya Bali. Pihaknya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh seniman yang telah menunjukkan dedikasi dan konsistensinya dalam berkarya dan berinovasi, yang terbukti mampu menghidupkan panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) dari tahun ke tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Koster saat menutup PKB ke-47 Tahun 2025 dan sekaligus membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) ke-7 Tahun 2025 yang ditandai dengan pemutaran Padma Asta Dala di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (19/7) malam 

BACA JUGA :  Dukung "Green Hospital", SPKLU PLN Hadir di RSUD Bangli

Lebih jauh Gubernur Koster menilai pelaksanaan PKB tahun ini semakin menunjukkan keberagaman seni berbasis kearifan lokal dan sejarah daerah. Setiap penampilan yang dihadirkan para sekaa (kelompok seni) juga didukung penari maupun penabuh yang selalu melibatkan generasi muda maupun tua. Penampilan para seniman pun selalu mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat yang dapat dilihat dari padatnya panggung Ardha Chandra setiap kali ada pertunjukkan. Hal ini membuktikan bahwa antusiasme masyarakat Bali terhadap keberlangsungan seni budaya sangat tinggi.

“Budaya Bali kuat, Budaya Bali tidak pernah mati karena generasi muda kita terus tumbuh dan menunjukkan keterlibatan nyata, sehingga kita tidak perlu khawatir. Seni dan budaya di Bali akan terus hidup, berkembang, dan diwariskan,” tegas Gubernur Koster.

Ditambahkan bahwa Bali memiliki kekuatan besar dari keunikan budayanya yang menjadi penopang utama pariwisata dan perekonomian. Dengan populasi hanya 4,4 juta jiwa dan wilayah yang kecil, Bali terus konsisten menunjukkan komitmennya sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara rutin menyelenggarakan dua event seni bergengsi: PKB sebagai wahana seni tradisi dan FSBJ sebagai wadah seni modern-kontemporer. 

BACA JUGA :  Bantu Sembako, Rotary Club of Bali Taman Sudah Sasar 12 Tempat

Melalui PKB dan FSBJ, Bali memiliki dua panggung besar bagi para pelaku seni: satu untuk seni tradisi, satu untuk seni modern. Keduanya merupakan strategi kebudayaan yang konkret dan konsisten dalam memperkuat identitas Bali di tengah arus globalisasi.

“Tidak ada pilihan lain bagi Bali jika ingin bertahan. Satu-satunya cara adalah komit menjaga dan merawat budaya kita. Lewat PKB dan FSBJ, para seniman kita semakin berkualitas, karya-karyanya semakin unik, dan penontonnya semakin banyak. Inilah yang membuat budaya Bali hidup dan akan terus berlanjut,” jelasnya.

Penutupan PKB tahun 2025 juga dirangkai dengan penyerahan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 9 orang seniman atas dedikasi dan kiprahnya dalam pelestarian seni budaya Bali. Selain itu juga diberikan hadiah lomba dan sertifikat lembaga seni kepada 22 orang penerima. (L’Post/r)

Related Posts