Usai Ujian Sekolah, Lanjut SMK PGRI 6 Denpasar Gelar UKK

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | SMK PGRI 6 Denpasar telah menyelenggarakan ujian sekolah bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari proses kelulusan tahun pelajaran 2021/2022. Kali ini memang agak berbeda karena jadwal pelaksanaan ujian sekolah atau ujian tulis ini justru mendahului ujian praktek (Uji Kompetensi Keahlian/UKK).
“Tahun ini, peserta ujian di sekolah kami sebanyak 97 siswa dari tiga program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan Otomotif sejumlah 32 siswa, Multimedia 17 siswa dan Perhotelan 48 siswa. Ujian telah berlangsung pada tanggal 14 sampai 21 Maret lalu,” ujar Kepala SMK PGRI 6 Denpasar, Drs. I Wayan Sukarta, Selasa (12/4/2022).
Sukarta mengatakan secara umum ujian sekolah berjalan dengan lancar. Meski diakui ada sedikit kendala administrasi sehingga beberapa siswa belum bisa mengikuti ujian tersebut. Namun hal ini telah diantisipasi dengan menyiapkan jadwal ujian susulan bagi para siswa dimaksud.
“Kami mengambil langkah tegas karena sudah dua kali mengadakan rapat dengan orang tua siswa terkait sistem ujian, kriteria kelulusan dan prosentase nilai terendah kelulusan. Selain itu biaya operasional sekolah cukup besar, sementara bantuan pemerintah tidak ada sehingga perihal administrasi dalam hal ini pembayaran SPP ini kami perketat,” jelasnya.

Siswa dari bidang keahlian Multimedia saat mengikuti UKK. (Foto: igp)
Setelah ujian sekolah, kini siswa SMK PGRI 6 Denpasar mengikuti UKK selama 8-15 April 2022. UKK melibatkan penguji internal yakni guru-guru yang kompeten sesuai bidang keahlian serta penguji eksternal dari industri.
“Untuk penguji eksternal ini kami telah bekerja sama dengan Suzuki, Dita Motor, Bamboomedia dan asesor dari Sekolah Pariwisata Internasional,” terangnya.
Meski sudah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah tetap melakukan upaya antisipasi pencegahan Covid-19 baik pada ujian sekolah maupun UKK.
“Jadi teknisnya adalah saat ujian sekolah menggunakan CBT (Computer Based Test), peserta kami bagi menjadi tiga sesi. Kami punya 38 unit komputer yang dipakai bergiliran. Lalu untuk UKK juga kami bagi menjadi beberapa kelompok atau side job,” ungkap Waka Kurikulum, I Gede Agus Sudana, S.Pd.
Pihak sekolah berharap seluruh siswa bisa meraih kelulusan.
*Lulusan SMK adalah Wirausahawan Mandiri*
Ada sentilan bahwa setengah dari jumlah lulusan SMK menjadi pengangguran. Hal ini dibantah oleh Kepala SMK PGRI 6 Denpasar, Drs. I Wayan Sukarta. Justru, SMK itu berwawasan wirausaha mandiri.

Siswa daei bidang keahlian Perhotelan saat mengikuti UKK. (Foto: igp)
“Misalnya, lulusan kami dari bidang keahlian Pariwisata. Bisa saja di rumahnya membuat usaha laundry, pastry & bakery, kuliner dan sejenisnya. Inilah wirausaha mandiri yang tidak terpantau oleh pemerintah,” ucapnya
Ditegaskan kembali bahwa orientasi SMK adalah menciptakan lapangan pekerjaan, di antaranya dengan wirausaha mandiri tersebut. Tidak mesti linier dengan bidang keahlian karena siswa SMK telah ditempa dengan pelajaran kewirausahaan. (igp)














