100 Hari Kepemimpinan Adi Arnawa, Puspa Negara: Geliat Masih Sebatas Zona Nyaman

LITERASIPOST.COM – BADUNG | Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, I Wayan Puspa Negara mengatakan pariwisata Badung masih ngeri-ngeri sedap. Belum ada gebrakan spektakuler jangka pendek di sektor pariwisata. Meskipun dalam Rancangan Awal RPJMD 2025-2029 terlihat adanya 10 program mengurai kemacetan di Kuta Selatan, namun belum terlihat secara spesifik di Kuta, Kuta Utara dan Mengwi.
Di destinasi pariwisata Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta) masih berkutat masalah infrastruktur, sampah, macet, lalin dan parkir semrawut, kabel semrawut, keamanan dan kenyamanan, perilaku Wisman, transportasi online/offline, serta tingginya alih fungsi lahan pertanian di luar Kecamatan Kuta.
“Pariwisata Badung harus segera berbenah secara revolusioner jika memang Badung faham bahwa pariwisata itu rentan, maka fundamen pembangunan kepariwisataan harus segera dibangun, yakni empat prinsip membangun pariwisata berkelanjutan”, kata Puspa Negara.
Lanjutnya, keempat prinsip tersebut yaitu :
(1) Facilities (infrastruktur, sarana dan prasarana, sampah, macet, krodit parkir, kabel semrawut, tranport online/offline),
(2) Safety/Security (keamanan dan kenyamanan),
(3) Service (SDM dan pelayanan),
(4) Marketing (Branding dan Promosi).
“Sejauh ini saya melihat infrastruktur di destinasi terutama di Samigita seperti trotoar, jalan lingkungan, hingga drainase perlu segera mendapatkan penataan ulang dan beautifikasi secara menyeluruh, demikian halnya kabel semrawut, parkir semrawut, transportasi semrawut, sampah, macet hingga perilaku Wisman yang kurang elok). Infrastruktur di destinasi selayaknya harus ditata menuju world class infrastructure. Terkait hal ini belum ada terlihat Detail Engineering Design (DED)-nya, jadi saya meminta Bupati untuk segera menggebrak perbaikan infrastruktur di destinasi”, tegasnya.
Menurutnya lagi, sampah masih menjadi momok. Setiap hari jika melintas di Jl Raya Kuta depan ex Supernova, Jl Kediri depan Menara Telkom, Jl Nusantara, Jl By Pass Tuban, Jl Sunset Road Seminyak masih terlihat tumpukan sampah yang meluber. Kondisi ini tak boleh terjadi. Keamanan dan kenyamanan di destinasi Samigita masih sangat terancam. Hampir setiap hari kita dengar ada copet, jambret, scaming, penipuan MC liar, keributan antar Wisman, warga dengan Wisman hingga pelanggaran lalulintas tak berujung. Kabel dan tiang-tiang yang semrawut menambah buruknya tampilan destinasi, yang seharusnya semua over head capital sudah masuk ke jaringan utilitas terpadu di bawah tanah.
“Oleh karena itu saya sarankan Bupati segera mengambil langkah-langkah cepat dan strategis untuk menata infrastruktur, keamanan, pelayanan dan branding di destinasi dengan DED yang jelas, terjunkan ASN dan 5.000 PPPK yang baru dilantik untuk menjadi tim SUMONEV di lapangan sesuai situasi dan kondisi. Pariwisata bergerak 24 jam agar diikuti dengan pelayanan pemerintah 24 jam pula. Libatkan institusi vertikal seperti Polisi Pariwisata untuk menjaga keamanan dsn kenyamanan di destinasi”, ungkap Puspa Negara.
Di sisi lain pemberian tunjangan hari raya Rp2 juta per KK memang baik tapi perlu dievaluasi. Karena, sampai saat ini warga yang sudah menyetorkan persyaratan belum juga mendapat pencairan. Diharapkan program pemerintah lebih menciptakan value added dan multiflyer effect di masyarakat seperti pemberian modal bergulir untuk UMKM, petani, nelayan, home industri dan sejenisnya. Hal ini jauh lebih produktif untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi rumahtangga masyarakat.
Selanjutnya, pihaknya berharap gebrakan Bupati adalah menata kawasan banjir di seputaran LC Kuta, Legian dan Seminyak. Mempercantik kawasan protokol dengan taman dan lampu penerangan yang estetis. Membuat TPA khusus Kabupaten Badung dengan meniru Semakau di Singapura.
“Badung sudah ada geliat, demikian halnya apresiasi atas kembali diraihnya WTP dari LHP BPK atas pengelolaan keuangan, apresiasi pula atas dibukanya pengaduan masyarakat melalui media sosial. Bupati telah membuka layanan pengaduan bagi masyarakat melalui berbagai kanal, termasuk ‘Kontak Bupati’ dan layanan pengaduan 14084. Sistem ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam menyampaikan pengaduan secara cepat dan efektif, hal ini kami dukung penuh”, ucapnya.
“Saya tetap mendorong Bupati untuk lebih kreatif dan produktif ke depan dengan gebrakan yang mengguncang menuju kemajuan Badung”, tutupnya. (L’Post/r)














