May 10, 2021
POLITIK & INSTANSI

Kampanye Berakhir, AMERTA Tegaskan Siap Mundur Bila Program Tak Terwujud

LiterasiPost.com, Denpasar –
Memasuki hari terakhir masa kampanye Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwali) Denpasar, Paslon AMERTA (Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara) masih melakukan simakrama dan sosialisasi ke beberapa tempat, Sabtu (5/12/2020).

BACA JUGA :  Ajak Menangkan AMERTA, Wandhira: Kasihan Jika Program Pro-rakyat "Menguap"

Bertempat di sebuah warung makan wilayah Peguyangan, Paslon AMERTA menghadiri pertemuan fraksi Partai Golkar Denpasar Utara. Turut hadir diantaranya Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry, Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Dauh Wijana, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar sekaligus Ketua Tim Pemenangan AMERTA Mariyana Wandhira, serta Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Denpasar Wayan Suwirya.

BACA JUGA :  Gathering Pariwisata Implementasi CHSE di Kuta Utara, Pelaku Wisata Singgung SE Gubernur

Berlanjut Paslon nomor 2 ini bertatap muka dengan PKK Banjar Padang Griya, Desa Padangsambian, Denpasar Barat. Terakhir, Paslon AMERTA menyambangi keluarga besar Bhujangga Waisnawa di wilayah Banjar Tengah, Kelurahan Renon, Jalan Tukad Balian Gang XXX. Di pasemetonan ini terdapat sekitar 35 KK. Semuanya menyatakan mendukung AMERTA agar menang di Pilwali 9 Desember nanti. 

BACA JUGA :  Hadapi Pilwali Secara Maksimal, Ngurah Ambara: Tunggu Saja Hasilnya

Dalam setiap pertemuan Paslon AMERTA secara intens memperkenalkan program-program unggulan, diantaranya santunan kelahiran Rp1 juta, meninggal Rp10 juta, insentif bagi prajuru (pengurus) banjar adat Rp30 juta/tahun, dana kreativitas seni budaya Sekaa Teruna-teruni (STT) Rp25 juta/tahun, PKK Rp5 juta/tahun dan Dadia Rp5 juta/tahun. Program tersebut merupakan penjabaran dari visi misi, yakni Mewujudkan Denpasar Berseri (Bersih, Sejahtera dan Indah), Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing.

BACA JUGA :  Walikota Rai Mantra Beri Dukungan Moril Kepada Keluarga Pramugari Musibah Sriwijaya Air

“Program kami adalah program pro-rakyat untuk perubahan Kota Denpasar menuju kesejahteraan. Kami punya cara untuk mewujudkan semua itu, poinnya adalah penerapan digitalisasi agar pendapatan daerah meningkat. Jika kami terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, seandainya dalam dua tahun kami tidak bisa mewujudkan program-program tersebut, maka kami siap mundur,” tegasnya. (igp)

Related Posts