December 7, 2022
PARIWISATA & SENI BUDAYA

186 Warga Australia Tinggalkan Bali Melalui Penerbangan Repatriasi

LiterasiPost.com, Badung | Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali kembali melayani penerbangan internasional khusus pemulangan Warga Negara Asing (WNA) Australia menggunakan maskapai penerbangan Qantas yang berangkat pukul 15.00 WITA.

Pelaksanaan penerbangan ini merupakan hasil koordinasi antara pemerintah Australia bersama Indonesia untuk memulangkan warga negaranya sesuai prosedur yang berlaku.

BACA JUGA :  Anoa Meriahkan Imlek di Bali Safari

“Hari ini terdapat penerbangan repatriasi warga negara Australia sebanyak 186 orang yang terdiri dari 178 penumpang adult dan 8 infant, beberapa di antaranya penumpang bukan berasal dari Pulau Bali saja,” ujar General Manager Kantor Cabang PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y Sikado, Rabu (18/8).

Dijelaskan, jenis pesawat yang mengangkut yakni A330-202 dengan nomor penerbangan QF108, sebelumnya telah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 13.00 WITA dengan membawa bantuan hibah medis untuk Indonesia guna penanganan Covid-19.

BACA JUGA :  Inflasi Bali 2022: November Melandai, Desember Diprediksi Melejit

“Tentunya kami sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mempersiapkan sebaik mungkin penanganannya dengan berkolaborasi bersama stakeholder terkait, agar semuanya dapat berjalan baik, memastikan dokumen keberangkatan dan pelayanan kami berikan”, ujarnya.

Menurut Herry, mengingat saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19, maka protokol kesehatan menjadi kebutuhan dasar setiap aktivitas. Begitu pula dengan penerbangan repatriasi ini, pihaknya tetap mengantisipasi penyebaran Covid-19.

BACA JUGA :  Dihelat Tiga Hari, Ubud Folkfest jadi Hub Musisi dan Seniman di Seluruh Dunia

“Bandara Ngurah Rai telah menyiapkan konter Check In Island D untuk dioperasikan, guna optimalisasi physical distancing kemudian ruang tunggu yang difungsikan yakni di pintu 2 dan 3,” jelasnya.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai bukan pertama kali melayani penerbangan repatriasi sehingga tim di lapangan sudah terbiasa secara teknis ditambah dengan koordinasi secara intensif. (igp/r)

Related Posts