April 14, 2024
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Tekan Biaya Produksi, PLN Ajak Petani Modern di Bali Manfaatkan Listrik

LiterasiPost.com, Buleleng | Menyambut 76 Tahun Indonesia merdeka, PLN mendorong layanan electrifying agriculture atau sambung listrik untuk para petani modern Bali.

Dalam kunjungannya saat melakukan penyambungan ke pelanggan di sektor pertanian di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Manager PLN UP3 Bali Utara, Agus Yudistira mengatakan saat ini sektor pertanian sangat menjanjikan di masa pandemi.

BACA JUGA :  Sambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-57, Bapas Denpasar Gelar Webinar

“Hari ini, kami melakukan penyambungan listrik kepada salah satu pelanggan yang memanfaatkan teknologi digital dalam mengairi lahan pertaniannya dan dengan dukungan pekerjaan mereka semakin efisien, biaya produksi juga dapat ditekan sehingga produktivitas dapat meningkat,” katanya, Rabu (18/8/2021).

Pihaknya menjelaskan bahwa penyalaan pelanggan ini sebelumnya juga telah dilakukan di beberapa lokasi sekitar.

“Pada Juli lalu kami telah melakukan penyambungan listrik kepada empat pelanggan lainnya yang peruntukannya untuk pompa irigasi dengan masing-masing daya sebesar 1.300 VA,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Semarakkan Harpelnas 2023, ACE Beri Apresiasi kepada Pelanggan di Bali

Dirinya juga menjelaskan program layanan electrifying agriculture ini telah dinikmati oleh pelanggan tidak hanya di sektor pertanian, namun juga perkebunan, peternakan, dan perikanan. Ia berharap pelanggan dapat berinovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini dan memanfaatkan listrik untuk mendukung usahanya sehingga mampu menggerakkan ekonomi yang saat ini sedang lesu akibat pandemi.

Pemilik lahan pertanian, Gede Suardika mengatakan dirinya saat ini tergabung dalam komunitas Petani Muda Keren (PMK) yang memanfaatkan teknologi Smart Farming berbasis internet, sehingga membutuhkan energi listrik di masing-masing lahan pertaniannya.

“Kami membutuhkan listrik untuk membantu membantu efisiensi biaya operasional. Hal ini sekaligus membuat penghasilan kami membaik serta menekan cost produksi,” jelas Gede.

BACA JUGA :  Turunkan Angka Kematian dan Kecacatan, KKN-PPM UNUD Beri Penyuluhan Panduan Keselamatan Wisata Pesisir di Desa Les

Sebelumnya, dirinya dengan petani lainnya masih menggunakan teknologi konvensional karena terkendala jaringan listrik, namun saat ini dengan pelayanan PLN lahan-lahan miliknya sudah terlistriki, sehingga dirinya yakin akan mampu menghemat hingga 30%.

“Mudah-mudahan ke depannya PLN dapat terus mendukung perkembangan pertanian yang modern maju dan mandiri,” harapnya. (igp/r)

Related Posts