November 30, 2022
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Tekan Biaya Produksi, PLN Ajak Petani Modern di Bali Manfaatkan Listrik

LiterasiPost.com, Buleleng | Menyambut 76 Tahun Indonesia merdeka, PLN mendorong layanan electrifying agriculture atau sambung listrik untuk para petani modern Bali.

Dalam kunjungannya saat melakukan penyambungan ke pelanggan di sektor pertanian di Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Manager PLN UP3 Bali Utara, Agus Yudistira mengatakan saat ini sektor pertanian sangat menjanjikan di masa pandemi.

BACA JUGA :  Masyarakat Bali Antusias Gunakan Pembayaran Digital di AstraPay Sanur Village Festival 2022

“Hari ini, kami melakukan penyambungan listrik kepada salah satu pelanggan yang memanfaatkan teknologi digital dalam mengairi lahan pertaniannya dan dengan dukungan pekerjaan mereka semakin efisien, biaya produksi juga dapat ditekan sehingga produktivitas dapat meningkat,” katanya, Rabu (18/8/2021).

Pihaknya menjelaskan bahwa penyalaan pelanggan ini sebelumnya juga telah dilakukan di beberapa lokasi sekitar.

“Pada Juli lalu kami telah melakukan penyambungan listrik kepada empat pelanggan lainnya yang peruntukannya untuk pompa irigasi dengan masing-masing daya sebesar 1.300 VA,” jelas Agus.

BACA JUGA :  Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung 2021 di Bali, Begini Amanat Kapolri

Dirinya juga menjelaskan program layanan electrifying agriculture ini telah dinikmati oleh pelanggan tidak hanya di sektor pertanian, namun juga perkebunan, peternakan, dan perikanan. Ia berharap pelanggan dapat berinovasi dengan memanfaatkan teknologi terkini dan memanfaatkan listrik untuk mendukung usahanya sehingga mampu menggerakkan ekonomi yang saat ini sedang lesu akibat pandemi.

Pemilik lahan pertanian, Gede Suardika mengatakan dirinya saat ini tergabung dalam komunitas Petani Muda Keren (PMK) yang memanfaatkan teknologi Smart Farming berbasis internet, sehingga membutuhkan energi listrik di masing-masing lahan pertaniannya.

“Kami membutuhkan listrik untuk membantu membantu efisiensi biaya operasional. Hal ini sekaligus membuat penghasilan kami membaik serta menekan cost produksi,” jelas Gede.

BACA JUGA :  Pawai PKB ke-44, Mahasiswa ITB STIKOM Bali Siap Tampilkan "Labuh Gentuh"

Sebelumnya, dirinya dengan petani lainnya masih menggunakan teknologi konvensional karena terkendala jaringan listrik, namun saat ini dengan pelayanan PLN lahan-lahan miliknya sudah terlistriki, sehingga dirinya yakin akan mampu menghemat hingga 30%.

“Mudah-mudahan ke depannya PLN dapat terus mendukung perkembangan pertanian yang modern maju dan mandiri,” harapnya. (igp/r)

Related Posts