Adakan “FUNtastic 4 Power Up Party”, Kuta Beach Hotel Tunjukkan Banyak Perubahan

LITERASIPOST.COM – Kuta | Kuta Beach Hotel Bali mengadakan perayaan ulang tahun ke-4 dengan tajuk “FUNtastic 4 Power Up Party” bertempat di Skylight Rooftop Pool & Bar hotel setempat, Jumat (5/6). Acara ini berlangsung sederhana namun tetap terkesan meriah dan penuh kekeluargaan, yang dihadiri oleh manajemen, staf, dan karyawan dengan mengenakan busana superhero.

Foto bersama karyawan dan manajemen Kuta Beach Hotel pada momen “FUNtastic 4 Power Up Party”. (Foto: Literasipost)
Hotel Manager Kuta Beach Hotel, Diah S. Rahayu menyampaikan bahwa ketika rebranding 4 tahun lalu dari nama Best Western, telah dilakukan beberapa perubahan selama kurang lebih satu setengah tahun belakangan ini. Di antaranya perubahan konsep dua outlet, lokasi breakfast, restoran biasa menjadi konsep sport bar, dan perubahan vibes dengan greenery (penghijauan). Kemudian lokasi bar yang sebelumnya hidden (tertutup) di area belakang digeser ke depan. Dari segi nationality (kewarganegaraan), sebelumnya sangat tergantung tamu domestik, namun kini mulai mix dengan posisi Australia, domestik, China, Timur Tengah, dan UK.
Itu dari segi F&B, dari segi manajemen juga kita melakukan perubahan yakni filtering, SOP dan semangat kerja, dari sebelumnya kurang tersistem menjadi sistem baru, karena karyawan kita kebanyakan anak muda, makanya di momen ini kita buat tema FUNtastic 4 Power Up yang menggambarkan semangat kerja tersebut”, ujar Diah.
Serangkaian ulang tahun juga dilakukan beberapa kegiatan sosial, yakni pembersihan Pantai Kuta dan kunjungan ke panti asuhan di Kabupaten Tabanan. Ke depan Kuta Beach Hotel akan meningkatkan program CSR (Corporate Social Responsibility) serta merekrut tenaga kerja (daily worker) dari penyandang disabilitas.
“Dalam malam perayaan ulang tahun ini, kita lebih menampilkan hiburan, lalu ada pemotongan kue dan pemberian apresiasi kepada karyawan atas dedikasi dan semangat kerja mereka”, sebutnya.
Terkait okupansi, Diah mengatakan mengalami tantangan yang cukup berat seperti halnya hotel-hotel yang lain. Adanya kondisi geopolitik global dan berimbas pada kenaikan harga tiket pesawat, sangat dirasakan dampaknya pada bisnis hospitality.
“Okupansi rata-rata kami di angka 60 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan lalu, memang agak challenge, market domestik kita turun tapi terbantu oleh masket Australia, long stay saat momen Idul Adha juga tidak sama dengan tahun lalu. Tapi beruntungnya kami masih terbantu oleh peningkatan F&B hingga 300 persen serta perubahan konsep dan market tadi”, pungkas Diah. (L’Post)














