November 3, 2026
PENDIDIKAN

Dosen IPBI Raih Gelar Doktor Kajian Budaya UNUD Melalui Kajian Mitos Men Brayut

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Program Studi Doktor (S3) Kajian Budaya, Fakultas llmu Budaya Universitas Udayana (FIB UNUD) kembali menyelenggarakan Promosi Doktor dengan promovenda A. A. Istri Putera Widiastiti, S.Sos., M.Si. Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada Jumat (28/1/2022) secara semi daring di ruang Ir. Soekarno kampus setempat.

Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Dekan FIB, Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. A. A. Istri Putera Widiastiti adalah seorang dosen yang bertugas di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI). la berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dekonstruksi Mitos Men Brayut di Desa Singapadu Kaler, Kabupaten Gianyar”. Setelah melalui ujian terbuka, A.A. Istri Putera Widiastiti dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. la merupakan Doktor ke-159 di lingkungan FIB UNUD dan Doktor ke-259 di lingkungan Prodi S3 Kajian Budaya.

BACA JUGA :  UNUD Terima Kunjungan Studi Banding Tim SPI UNIMA

Prof. Dr. A. A. Anom Kumbara, M.S, selaku promotor menyampaikan makna disertasi pada sesi akhir pelaksanaan ujian promosi doktor. Dalam pandangan Prof. Anom Kumbara, disertasi yang telah diselesaikan oleh Dr. A. A. Istri Putera Widiastiti memberikan pandangan baru pada paradigma posmodern dalam melihat mitos.

“Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mitos-mitos sejak awal telah menunjukkan posmodernitas. Posmodern di sini bukan merupakan kelanjutan dari modern, tapi merupakan dekonstruksi dari berbagai pemikiran yang selama ini sering dilewatkan dalam pandangan modernitas,” ungkap Prof. Anom Kumbara.

BACA JUGA :  Asesor LAM-PTKes Lakukan Asesmen Lapangan pada Prodi Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK UNUD

Secara praktis, pada era posmodern ini, orang-orang tidak lagi membeli produk semata. Orang-orang lebih melihat bagaimana produk dikonstruksi dan dikemas dengan menarik. Peluang penelitian terhadap mitos-mitos dari sudut pandang posmodern tentu masih sangat besar. Hal ini perlu dikembangkan untuk memberikan nilai baru pada sumber- sumber kekayaan budaya lokal. (igp/r)

Sumber: http://www.unud.ac.id

Related Posts