PLN Bersama Mitra Hadirkan SPKLU Center Berkapasitas 1,1 MW di Sudirman Denpasar

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Berkembangnya penggunaan kendaraan listrik di Bali perlu diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai. Menjawab kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) bersama UJB dan Bimasakti menghadirkan SPKLU Center UJB-Bimasakti di Jalan Sudirman, Denpasar, dengan total kapasitas pengisian daya mencapai 1,1 megawatt (MW).
Sejak mulai beroperasi pada 26 Oktober 2026 hingga 2 November 2026, SPKLU Center UJB-Bimasakti telah mencatatkan 460 transaksi pengisian daya dengan total konsumsi energi mencapai 11.222 kWh. Capaian tersebut menunjukkan pemanfaatan fasilitas pengisian daya ini oleh masyarakat sejak pertama kali beroperasi.
SPKLU Center UJB-Bimasakti dibangun melalui kolaborasi kemitraan tiga pihak atau Skema 3, dengan PLN sebagai mitra penyedia dukungan kelistrikan, Bimasakti sebagai penyedia lahan, serta UJB sebagai penyedia mesin pengisian daya. Berada di atas lahan seluas 800 meter persegi, fasilitas ini dilengkapi sembilan unit mesin pengisian daya, terdiri atas enam unit DC berkapasitas 120 kW, dua unit DC berkapasitas 180 kW, dan satu unit AC berkapasitas 22 kW.
Tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian daya, SPKLU Center ini juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik. Berbagai fasilitas pendukung tersedia, mulai dari ruang tunggu, toilet, akses internet melalui layanan Icon Plus, hingga area parkir yang luas untuk mengantisipasi antrean kendaraan. Dengan dukungan fasilitas tersebut, SPKLU Center ini dapat melayani pengisian daya hingga 17 kendaraan secara bersamaan.
Fasilitas ini juga mengintegrasikan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 5 kWp yang terhubung dengan sistem baterai. Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna, tersedia pula APAR, CCTV, serta operator yang bersiaga selama 24 jam untuk membantu proses pengisian daya.
Direktur Bimasakti, Ida Bagus Ari Wardana, menyampaikan bahwa peresmian SPKLU Center ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara PLN, UJB, dan Bimasakti untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Bali.
“Ini merupakan wujud nyata kolaborasi kemitraan tiga pihak. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga SPKLU Center ini dapat diresmikan. Kami ingin menghadirkan layanan yang tidak hanya menyediakan fasilitas pengisian daya, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran SPKLU Center ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Bali yang terus meningkat. Menurutnya, fasilitas pengisian daya yang dilengkapi sarana pendukung menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi pengguna.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan penambahan infrastruktur pengisian daya menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat semakin mudah menggunakan kendaraan listrik. Saat ini, rasio ketersediaan SPKLU di Bali telah mencapai sekitar satu unit SPKLU untuk setiap 17 kendaraan listrik.
“Dengan semakin banyaknya infrastruktur pengisian daya, masyarakat akan semakin mudah menggunakan kendaraan listrik untuk berbagai kebutuhan mobilitas. Bahkan, perjalanan dari kawasan Nusa Dua hingga Gilimanuk diharapkan semakin nyaman karena ketersediaan fasilitas pengisian daya yang terus berkembang,” ungkap Ajrun.
Ia menjelaskan, layanan pengisian daya kendaraan listrik tidak hanya tersedia melalui SPKLU, tetapi juga dapat dilakukan melalui fasilitas _home charging_ di rumah. PLN terus mendorong agar layanan pengisian daya semakin mudah diakses, tersedia secara pasti, serta didukung sistem kelistrikan yang andal.
Ajrun menegaskan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik merupakan bagian dari tindak lanjut PLN terhadap arahan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi bersih, termasuk pada sektor transportasi. Untuk itu, PLN membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, dan investor untuk berkolaborasi mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik.
“Dalam pengembangan SPKLU, PLN memiliki Skema 1, Skema 2, dan Skema 3 yang memberikan kesempatan kepada berbagai pihak untuk turut berinvestasi. Kami memberikan ruang bagi investor untuk mengembangkan SPKLU, terutama di lokasi-lokasi strategis. Sementara itu, PLN akan lebih fokus mengembangkan infrastruktur di wilayah yang belum tersedia SPKLU,” jelasnya.
Menurut Ajrun, strategi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan infrastruktur pengisian daya di Bali. Sejalan dengan itu, PLN juga memastikan kesiapan pasokan energi listrik untuk mendukung keandalan layanan SPKLU, termasuk melalui pengembangan pembangkit berbasis energi bersih.
“Kami berharap pengembangan SPKLU di kawasan perkotaan dapat semakin banyak didukung oleh investor, sementara wilayah yang belum memiliki infrastruktur pengisian daya dapat terus dikembangkan oleh PLN. Dengan demikian, masyarakat di seluruh Bali dapat menikmati kemudahan menggunakan kendaraan listrik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta, S.T., M.A.B., menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Bali menunjukkan tren yang semakin positif. Sejak diterbitkannya regulasi kendaraan listrik berbasis baterai pada 2019, jumlah kendaraan listrik terus bertambah.
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah kendaraan listrik di Bali telah mencapai sekitar 18 ribu unit, terdiri atas kurang lebih 6 ribu mobil listrik dan 11 ribu sepeda motor listrik.
“Pertumbuhan kendaraan listrik harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Kami mengapresiasi PLN yang terus mencari peluang untuk menambah infrastruktur pengisian daya melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi tiga pihak seperti ini tentu menjadi langkah positif untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali,” ujarnya.
Mudarta menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali juga terus mendorong penggunaan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, termasuk pengembangan kawasan rendah emisi dan peremajaan kendaraan taksi yang diarahkan menggunakan kendaraan listrik. Ke depan, upaya tersebut diharapkan dapat diperluas ke moda transportasi lainnya.
Ia juga berharap pemerataan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya terpusat di kawasan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan), tetapi juga berkembang ke wilayah Bali lainnya untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata.
Manfaat penambahan infrastruktur ini juga dirasakan oleh para pengemudi transportasi daring, termasuk mitra pengemudi Grab yang menggunakan kendaraan listrik. Mereka menyambut positif kehadiran SPKLU UJB-Bimasakti karena memberikan alternatif lokasi pengisian daya di kawasan pusat Kota Denpasar. Penambahan fasilitas ini dinilai membantu mengurangi antrean di SPKLU, sehingga pengemudi memiliki lebih banyak pilihan untuk mengisi daya kendaraan di sela-sela aktivitas mencari penumpang.
Apresiasi tersebut juga terlihat sejak awal operasional SPKLU UJB-Bimasakti. Dalam rangkaian peresmian, Bimasakti bersama Grab menghadirkan program pengisian daya gratis atau *colok gratis* bagi pengguna kendaraan listrik selama satu hari. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan untuk memperkenalkan fasilitas baru sekaligus memberikan manfaat langsung kepada para pengguna kendaraan listrik.
Kehadiran SPKLU Center UJB-Bimasakti menjadi salah satu bentuk sinergi antara PLN, mitra usaha, dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan infrastruktur pengisian daya diharapkan semakin mendorong penggunaan kendaraan listrik, memperluas akses masyarakat terhadap layanan pengisian daya, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi di Pulau Dewata. (L’Post)
(Sumber: rilis PLN)














