July 30, 2021
BALI

Danrem 163 Wira Satya Apresiasi “Zero Case” PPKM Desa Mas Ubud

LiterasiPost.com, Gianyar –
Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., melakukan peninjauan ke Pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar, Senin (29/3/2021).

Pada 24 Maret 2021 lalu Danrem 163/Wira Satya juga telah meninjau Posko PPKM Mikro di Desa Sanur Kaja, Kota Denpasar.

BACA JUGA :  PLN Peduli Bedah Rumah di Jembrana

Dalam kunjungannya di Posko PPKM Mikro Desa Mas, Danrem mendapatkan penjelasan langsung dari Kepala Desa (Perbekel) Desa Mas I Wayan Gede Darmayuda, bahwa Desa Mas sampai pertengahan Maret 2021 mampu mencapai zero case Covid-19.

Mendengar penjelasan tersebut, Danrem 163/Wira Satya sangat mengapresiasi penerapan PPKM Mikro di Desa Mas sehingga bisa mencapai zero case.

BACA JUGA :  Terimakasih Irjen Pol Golose, Selamat Datang Kapolda Bali yang Baru

“Kita gembira dan apresiasi terhadap hal ini sebagai hasil upaya dan usaha dari bapak-bapak yang bertugas di Posko PPKM Desa Mas, Ubud,” sebut Danrem.

Dikatakan Danrem, berdasarkan laporan dari Perbekel Desa Mas saat ini hanya ada 1 kasus terkonfirmasi positif. Itupun adalah warga masyarakat yang sudah berusia lanjut dan saat ini dalam perawatan. Diharapkan pencapaian dari penerapan PPKM Mikro di Desa Mas ini dapat menjadi contoh dan ditiru oleh desa-desa lain di wilayah Gianyar dan Bali sehingga bisa mengurangi kasus terkonfirmasi atau terpapar Covid-19.

BACA JUGA :  Apel Kesiapan Personel Sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19, Kapolda Bali Ingatkan Tetap Jaga Diri

“Merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Gianyar, Desa Mas bisa menjadi contoh dan Perbekel Bapak Wayan sudah menjelaskan sampai saat ini hanya ada 1 kasus saja dan Perbekel juga sudah berjanji akan mempertahankan zero case ini dan ke depannya tetap nol,” jelas Brigjen Husein Sagaf.

Jenderal Bintang Satu ini mengimbau masyarakat dan warga negara asing untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan program zona hijau Covid-19 yang meliputi Ubud Gianyar, Sanur Denpasar dan Nusa Dua Badung.

BACA JUGA :  Pacu Penjualan di Masa Pandemi, GOLDMART "Maintain" Konsumen

“Sudah banyak yang ingin berkunjung ke Bali termasuk ke Ubud, untuk itu mari wujudkan kondisi Bali yang sehat, karena tentunya mereka yang akan berkunjung menginginkan tempat yang dikunjungi sehat dan nyaman,” tegas Danrem.

Sementara itu Kepala Desa/Perbekel Desa Mas I Wayan Gede Darmayuda menjelaskan sejak penerapan PPKM Mikro yang dimulai Januari 2021 lalu terdapat 36 orang positif Covid-19 dan meninggal dunia sejumlah 6 orang.

BACA JUGA :  Didukung Menparekraf, Sport Tourism di Bali Terapkan Digitalisasi Berbasis QRIS

“Adanya semangat kami untuk membawa Desa Mas ke zona hijau maka sampai 10 Maret sudah menurun, dan mencapai nol kasus atau zero case pada 15 Maret 2021. Kemudian tiga hari terakhir pada 26 Maret 2021 ada 1 kasus terkonfirmasi positif,” paparnya.

Dirinya juga menyampaikan dari 7 desa dan 1 kelurahan di Ubud, ada 3 desa yang belum mendapatkan jadwal vaksinasi, yaitu Mas, Singakerta dan Lod Tunduh. Untuk itu dirinya dan juga masyarakat Desa Mas sangat berharap segera mendapatkan vaksinasi sebagaimana telah diprogramkan oleh pemerintah, terlebih juga sebagian besar warga Desa Mas hidup dari sektor pariwisata dan sebagai desa penyangga pariwisata di wilayah Ubud. (igp/r)

Related Posts