July 30, 2021
NASIONAL

Dibuka Menperin, 6.448 Peserta Ikuti Diklat 3 In 1 Serentak 7 BDI

LiterasiPost.com, Denpasar –
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah di masa pandemi Covid-19 ini, Kementerian Perindustrian turut berupaya memulihkan perekonomian dan meningkatkan daya saing industri nasional. Di antaranya dengan menjaga produktivitas industri selama pandemi melalui kebijakan pemberian Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), Implementasi Making Indonesia 4.0 dengan 7 sektor prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, kimia, tekstil dan busana, otomotif, elektronika, farmasi, dan alat kesehatan serta pembangunan Pusat Inovasi Digital dan Pengembangan SDM Industri 4.0 (PIDI 4.0), yang diharapkan akan menjadi solusi satu atap penerapan industri 4.0 di Indonesia dan Jendela Indonesia 4.0 untuk dunia.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

BACA JUGA :  Ujung Tombak Pemulihan Ekonomi, BI dan BMPD Buleleng Gelar Vaksinasi Covid-19

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka kegiatan Diklat 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Rabu (24/3/2021).

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.

Menperin Agus Gumiwang menjelaskan, era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital.

BACA JUGA :  Trisno Nugroho: PPKM Ibarat "Jamu Pahit" untuk Rebound Ekonomi Bali

“Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” paparnya.

Penyelenggaraan Diklat 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi Covid-19 melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri. Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat. Selain itu ada sesuatu yang istimewa dari kegiatan Diklat 3 in 1 serentak kali ini, yaitu keterlibatan para penyandang disabilitas sebagai calon tenaga kerja di berbagai sektor industri Tanah Air. Hal ini menunjukkan negara hadir untuk seluruh elemen masyarakat dan Kementerian Perindustrian selalu mendorong industri yang ramah bagi penyandang disabilitas.

“Pelaksanaan Diklat 3 in 1 kali ini sangat spesial karena dilakukan secara serentak oleh 7 Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Arus Gunawan. (Foto: igp)

Ditambahkannya, penyelenggaraan Diklat 3 in 1 saat ini diikuti sebanyak 6.448 peserta dari 16 provinsi dan 70 kabupaten/kota serta melibatkan 83 industri dan 32 dinas kabupaten/kota, dengan berbagai jenis diklat, terdiri dari:

• BDI Medan sebanyak 950 orang untuk diklat operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit, operator produksi olahan makanan dan operator material handling.

• BDI Padang sebanyak 530 orang untuk diklat operator junior custom made wanita, pembuatan tenun datar dengan alat tenun, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis.

• BDI Jakarta sebanyak 980 orang untuk diklat operator mesin industri garmen, operator tekstil dan supervisor garmen.

BACA JUGA :  Yes! Lulusan SMK TI Bali Global Gampang Masuk ITB STIKOM Bali

• BDI Yogyakarta sebanyak 1.705 orang untuk diklat operator jahit upper alas kaki, assembling alas kaki , operator jahit karung jumbo plastik, operator looming plastik, upskilling jahit karung jumbo, upskilling looming plastik dan finishing furniture.

• BDI Surabaya sebanyak 1.075 orang untuk diklat operator garmen, quality control garmen, telematika dan pengelasan.

• BDI Denpasar sebanyak 558 orang untuk diklat animasi, desain grafis, desain produk kreatif, barista dan digital marketing.

Seorang peserta diklat barista di BDI Denpasar. (Foto: ist)

• BDI Makassar sebanyak 650 orang untuk diklat desain kemasan produk pangan, aneka olahan ikan, aneka olahan cokelat, barista dan pengolahan ikan tuna segar.

“Pelaksanaan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing serta untuk menanggulangi dan membantu siapapun yang terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Arus Gunawan.

BACA JUGA :  Pegadaian Salurkan Donasi GAJIANEMAS Untuk Korban Gempa Bumi Mamuju-Majene

Disampaikan pula, bahwa perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 Tahun 2020 tentang Izin Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain wajib menerapkan protokol kesehatan baik pada saat pelatihan maupun di luar pelatihan, kegiatan pelatihan juga dipantau secara terus menerus hingga berakhirnya masa pelatihan. (igp)

Related Posts