May 10, 2021
EKONOMI & PERBANKAN

Edukasi IKM Bali Bangkit, Bank Indonesia Dorong Digitalisasi dan Pemanfaatan QRIS

LiterasiPost.com, Denpasar –
Bank Indonesia Provinsi Bali bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Bali serta Bank BPD Bali menyelenggarakan kegiatan ”Edukasi IKM Bali Bangkit dan IKM Kabupaten/Kota se-Bali” secara hybrid di Art Center Denpasar dan online melalui Zoom, Jumat (5/3/2021).

Kegiatan yang menjadi salah satu bentuk upaya Bank Indonesia dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi Bali akibat pandemi Covid-19 melalui implementasi program menuju 12 Merchant QRIS Nasional dan Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) ini, dihadiri Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, I Wayan Jarta, Direktur Bisnis Non Kredit BPD Bali, I Nyoman Sumanaya, serta narasumber I Dewa Made Krishna Muku, ST.,MT.

BACA JUGA :  Inflasi Bali Melandai pada April 2021, BI Minta TPID Tetap Konsen

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh 200 UMKM kriya dan Dekranasda se-Bali. Dengan mengusung tema ”Digitalisasi Proses Bisnis Menyongsong Era Baru”, kegiatan ini menjadi sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi oleh UMKM di tengah pandemi Covid-19 dimana pembatasan mobilitas manusia telah mendorong pergeseran perilaku menjadi serba digital, dengan peralihan kegiatan yang dulunya mayoritas offline menjadi online.

“Diharapkan kondisi ini dapat direspon dengan baik terutama oleh UMKM konvensional agar dapat berinovasi secara digital melalui peningkatan daya saing produk hingga perluasan pasar dengan memanfaatkan kanal penjualan online serta pembayaran berbasis digital seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” ungkap Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho.

BACA JUGA :  Pererat Kerja Sama, Kapolda Bali Kunjungi Universitas Udayana

Dikatakan, QRIS sebagai produk inovasi kebijakan Bank Indonesia pada sistem pembayaran nir sentuh berbasis QR Code, mendukung protokol social dan physical distancing melalui transaksi dengan tatap muka tanpa kontak fisik atau yang dikenal dengan QRIS MPM (Merchant Presented Mode) dan QRIS CPM (Costumer Presented Mode), maupun transaksi tanpa tatap muka atau yang dikenal dengan QRIS TTM.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah memperpanjang Merchant Discount Rate (MDR) 0% bagi usaha mikro sampai 31 Desember 2021 yang diharapkan dapat meminimalkan transaction cost oleh merchant UMKM sehingga mampu semakin mendorong geliat jual-beli di masyarakat.

“Dan tidak lupa, QRIS ini aman karena diawasi oleh Bank Indonesia selaku otoritas di sistem pembayaran,” tegasnya.

BACA JUGA :  Hadiri ECHO, Sudana Paparkan Rencana Pengembangan Layanan Kanker di RSUP Sanglah

Lanjut Trisno, akselerasi implementasi QRIS di Wilayah Bali sangat cepat progresnya dan masuk peringkat 8 besar Nasional. Per 26 Februari 2021, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali telah mencapai 191.535 merchant meningkat hingga 700 persen dibandingkan Desember 2019 dan 77 persen diantaranya merupakan kelompok usaha mikro dan kecil. Kondisi ini menunjukkan bahwa QRIS sangat tepat digunakan oleh UMKM dikarenakan faktor CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah dan Aman dan Handal).

“Semoga segala upaya yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam rangka penanganan Covid-19 dapat semakin mempercepat Bali Bangkit dan dapat terus bersama-sama bergotong-royong dan bersatu melewati ujian Covid-19 ini dengan baik serta berkontribusi positif bagi Bali dan Indonesia secara luas,” pungkasnya. (igp/r)

Related Posts