August 2, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Festival Budaya Pecut Ksatria Mahottama, Momen Kebangkitan Kerajaan Badung

LiterasiPost.com, Denpasar –
Puri Grenceng, Denpasar, menyuguhkan kolaborasi budaya Bali, Pasundan dan Banyuwangi dalam rangkaian “Festival Budaya Pecut Ksatria Mahottama 2020”, Sabtu (26/12/2020). Festival tersebut dibuka oleh Dandim 1611/ Badung Kolonel Inf. I Made Alit Yudhana yang ditandai dengan pelecutan Pecut.

Panglingsir (Tetua) Puri Grenceng sekaligus Ketua Penyelenggara, AA Ngurah Agung mengatakan festival ini merupakan gelar budaya refleksi tahun 2020 dengan tetap mengedepankan konsep “menyama braya” (bersaudara).

BACA JUGA :  Pemerintah Segera Buka Pintu Masuk Wisman ke Bali, Kejar Herd Immunity

“Tahun ini kita menghadapi masalah pandemi, mudah-mudahan di tahun 2021 nanti kondisinya lebih baik. Melalui acara budaya ini ingin agar pariwisata budaya di Denpasar bangkit, Bali tetap aman terkendali dan tetap menjunjung konsep menyama braya,” ujarnya.

Dandim 1611/Badung, Kolonel Inf. I Made Alit Yudhana turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival budaya ini. Namun pihaknya terus mewanti-wanti agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan apapun guna mencegah klaster baru Covid-19. “Tetap jaga protokol kesehatan agar pariwisata Bali bisa segera dibuka untuk internasional,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Keren, Pegadaian Bakal Punya Tower Baru

Dandim menambahkan, adanya festival ini juga diharapkan bisa menambah khasanah budaya untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Bali.

Sementara Panglingsir Puri Pemecutan, AA Ngurah Putra Dharma Nuraga mengatakan senjata/alat berupa Pecut dan Tulup yang menjadi inti dalam kegiatan ini, dahulu merupakan paica (anugerah) dari Bethari Dewi Danu kepada leluhurnya.

BACA JUGA :  Luncurkan Buku "Tato Perempuan Bali", Dewi Pradewi Ingin Ubah Stigma Masyarakat

“Sejak Kerajaan Badung (sebelum terpisah dengan Kota Denpasar) berdiri, baru generasi ke-11 yang membuat momen seperti ini. Sebuah kebangkitan karena belakangan ini Kerajaan Badung dan segala peninggalannya terabaikan. Kami berharap di tahun 2021 ada program dari pemerintah untuk memperhatikan keberadaan kerajaan di manapun, karena berdirinya NKRI berawal dari kerajaan,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pihak Puri menyampaikan saran kepada Pemerintah Kota Denpasar agar memberi perhatian atau menata monumen pusaka Raja Badung atau Patung Ksatria Mahottama Cokorde Ngurah Gede Pemecutan X yang berada di sisi Barat Laut Patung Catur Muka.

BACA JUGA :  Libur Panjang, Bandara Ngurah Rai Layani 92 Ribu Penumpang Domestik

Puncak Festival Budaya Pecut Ksatria Mahottama yang juga dihadiri Anggota DPD RI Arya Wedakarna diisi dengan pementasan Tari Kreasi Ksatria Mahottama, Tari Topeng Pasundan, Reog dan Tari Pecut Ponorogo, Demo Pecut Bali serta penganugerahan Pecut. (igp)

Related Posts