August 1, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Geliatkan Aktivitas Seni di Tengah Pandemi, Sudana Dukung Penyelenggaraan PKB dengan Prokes

LiterasiPost.com, Denpasar –
Kader Partai Gerindra Denpasar Utara, Drs. Ketut Sudana, M.Pd sangat mendukung pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2021, meski di tengah kondisi pandemi. Namun, pihaknya berharap panitia penyelanggara, seniman yang terlibat dan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19.

“Saya memberi apresiasi kepada Pemkot Denpasar, khususnya Dinas Kebudayaan yang telah menyiapkan duta-duta kesenian untuk memeriahkan PKB tahun ini. Walaupun dalam kondisi pandemi, kita tidak boleh diam, harus terus berkarya,” ujar Sudana saat ditemui di kediamannya, Minggu (9/5/2021).

BACA JUGA :  Panglima TNI dan Kapolri Dukung Sanur Jadi Zona Hijau Covid-19

Dia menyampaikan bahwa partai yang menaunginya selalu mendukung pelaksanaan PKB yang merupakan bagian dari program pemerintah baik di tingkat kota maupun provinsi. Pelaksanaan PKB bertujuan untuk membangkitkan sektor pariwisata karena bagaimanapun perekonomian Kota Denpasar dan Provinsi Bali digerakkan oleh sektor tersebut.

“Dengan tetap dilaksanakannya PKB, maka aktivitas seni di Bali tetap bisa dinikmati oleh masyarakat lokal, nasional dan internasional,” katanya.

Sudana yang juga mantan akademisi ini menyebutkan dengan diselenggarakannya kembali PKB, dimana pada tahun lalu sempat ditiadakan karena pandemi, maka diharapkan dapat memberikan sinyal kepada pemerintah pusat agar segera membuka pariwisata Bali bagi wisatawan nasional dan internasional. Pasalnya, sektor pariwisata menjadi andalan sumber PAD bagi Kota Denpasar maupun Provinsi Bali.

BACA JUGA :  PLN Peduli Bantu UMKM Gianyar dan Jembrana

“Mari kita bersama sukseskan pelaksanaan PKB tahun 2021, dan yang penting terapkan prokes dengan baik demi keamanan, apalagi sekarang ada varian virus baru dari luar negeri,” tegasnya.

Disinggung soal volume anggaran untuk duta PKB Kota Denpasar sekitar Rp1,1 miliar (Rp500 juta dari Provinsi Bali dan Rp600 juta lebih dari Pemkot Denpasar), Sudana tak mau berkomentar banyak. Menurutnya, Dinas Kebudayaan sebagai leading sector sudah pasti memiliki pertimbangan berdasarkan skala prioritas dengan melihat kondisi saat ini.

“Saya yakin semua sudah dipertimbangkan, saya tidak mau berkomentar soal anggaran. Yang jelas, esensi PKB adalah melestarikan seni budaya Bali agar tidak mengalami degradasi,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Amankan Program AMERTA, Warga Sesetan Siap Coblos Nomor 2

Lalu, terkait adanya saran beberapa pihak agar pelaksanaan PKB digilir ke seluruh kabupaten/kota, dirinya pun bersepakat.

“Saya setuju terhadap usul itu, tapi untuk saat ini dalam kondisi pandemi rasanya belum bisa karena akan membutuhkan biaya yang besar. Ke depan mungkin beberapa pertunjukan bisa diadakan di masing-masing kabupaten/kota, sedangkan pagelaran tertentu tetap diadakan di Art Center Denpasar,” pungkas Sudana.

BACA JUGA :  Dukung Kebangkitan Pariwisata dan Ekraf, BNSP Fokuskan Sertifikasi Kompetensi Kerja

Untuk diketahui, PKB ke-43 yang akan digelar 12 Juni – 10 Juli 2021 tersebut mengangkat tema “Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi, Jiwa Paripurna, Nafas Pohon Kehidupan”. Kota Denpasar hanya mengikuti 14 materi dari keseluruhan materi PKB. (igp)

Related Posts