November 30, 2022
BALI

Gencar Sosialisasi Bahaya Bermain Layang-layang Dekat Jaringan Listrik, PLN Catat Gangguan Turun 61 Persen

LiterasiPost.com, Denpasar | Tiap Bulan Juni hingga Agustus merupakan musim layang-layang di Bali. Momen ini juga menjadi hiburan untuk melepas penat tatkala pandemi Covid-19 masih menghantui saat ini.

Para pehobi layang-layang biasanya mencari tempat yang luas dan aman untuk menerbangkan layang-layangnya, seperti lapangan, persawahan atau area tepi pantai. Namun tak jarang ada juga yang menerbangkan layang-layang dari rumahnya atau bagian atas rumah. Hal ini amat berbahaya karena di area perumahan atau permukiman penduduk terdapat banyak jaringan listrik milik PLN. Ancaman tersengat aliran listrik melalui benang layang-layang memiliki risiko tinggi dan mengancam nyawa.

BACA JUGA :  Gangguan Layang-layang Berkurang, PLN Apresiasi Kepedulian Masyarakat

“Selain itu, jika layang-layang yang dimainkan menimpa jaringan listrik, dapat mengakibatkan gangguan listrik padam, ini merugikan banyak pihak,” jelas Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya di Denpasar, Sabtu (14/8/2021).

Dirinya menyebutkan PLN telah menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk dapat bermain layang-layang secara aman dan jauh dari jaringan listrik.

“Tim kami berkeliling untuk menyebarkan informasi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya tokoh masyarakat dan pemuka agama untuk membantu misi kami mengedukasi masyarakat, semakin peduli dalam bermain layang-layang yang aman serta jauh dari jaringan listrik,” jelas Arya.

BACA JUGA :  PLN Journalist Award 2022, Wartawan Ikut Gelorakan Semangat Energi Bersih

Cara ini menurutnya sangat efektif, terbukti pendekatan informatif ini mampu menekan angka gangguan listrik akibat layang-layang hingga 61% dibandingkan tahun lalu.

“Tentu tidak hanya sosialisasi, di sisi teknis kami pun tetap melakukan patroli rutin dan memetakan lokasi-lokasi yang rawan terhadap gangguan layang-layang. Dari hasil pemetaan tadi kami merekonduktoring beberapa Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang kami anggap rawan dengan penggantian jaringan yang sebelumnya berjejer 3 di atas menjadi kabel terpilin sehingga menjadi lebih kuat terhadap gangguan layang-layang karena memiliki kemampuan isolasi atau ketahanan terhadap gangguan dari luar yang lebih baik,” jelas Arya.

BACA JUGA :  Dukung Penerapan Prokes, Kodim Karangasem Pasang Wastafel di Area Pura Subaga Kertha

Pihaknya juga selalu mengingatkan masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan layang-layang yang tersangkut di jaringan PLN. Pelaporan dapat dilakukan melalui aplikasi New PLN Mobile atau melalui contact center PLN 123. (igp/r)

Related Posts