April 23, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Juara, Ogoh-ogoh Ini Dikendalikan Bluetooth

LiterasiPost.com, Denpasar –
Ogoh-ogoh mesin dengan nama “Pamurtian Sang Hyang Baruna” ini meraih Juara 1 Lomba Ogoh-ogoh Mini yang digelar oleh Komunitas Seni Abianaya Aksata ITB STIKOM Bali untuk menyambut Hari Raya Nyepi 14 Maret 2021 mendatang. Pameran dan Lomba Ogoh-ogoh itu digelar di gedung Dharma Negara Alaya dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wijaya, SE., M.Si.

BACA JUGA :  Koperasi Perempuan Katrisma Mandiri Gelar Gebyar Produk UMKM

Menurut I Gede Gana Palguna Winayaka, sang pembuat (arsitek) ogoh-ogoh tersebut, membutuhkan waktu 11 bulan untuk menyelesaikan karyanya dan menghabiskan anggaran sekitar Rp1,5 juta. Keunikan ogoh-ogoh ini adalah digerakkan dengan teknologi Bluetooth yang terhubung dengan handphone. Hanya dengan menyebut fitur apa yang ingin digerakkan, maka secara otomatis bagian tertentu atau keseluruhan ogoh-ogoh ini bergerak dan dikolaborasikan dengan cahaya yang menyertainya.

BACA JUGA :  Kapolri Dianugerahi Wing Kehormatan Penerbang dan Brevet Kapal Selam Hiu Kencana

“Misalnya, menyebut ‘cakra’, maka cakra di balik punggung ogoh-ogoh ini bergerak, menyebut ‘senjata’ maka senjata di tangannya akan bergerak. Menyebut ‘baruna’, maka baruna di bawah kaki ogoh-ogoh akan berputar. Menyebut ‘semua’ maka semua bagian ogoh-ogoh ini bergerak,” terang Gana Palguna yang merupakan siswa SMAN 1 Denpasar. “Jadi, saya buat ogoh-ogoh ini waktu saya kelas X, sekarang saya kelas XI baru selesai,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Jadi Syarat Terbang, Bandara Ngurah Rai Siapkan Layanan GeNose C19

Gana Palguna menambahkan, idenya membuat ogoh-ogoh ini karena terinspirasi dengan larangan pawai ogoh-ogoh tahun lalu sebagai akibat pandemi Covid-19. “Lalu saya coba membuat ogoh-ogoh ini yang sebenarnya hanya untuk koleksi pribadi, juga hobi. Kebetulan STIKOM Bali adakan lomba ogoh-ogoh mini, saya langsung daftar ikut lomba, dan Astungkara meraih Juara 1,” ungkapnya bangga, sembari menyebut ingin melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali agar bisa belajar lebih banyak tentang teknologi informasi. (igp/r)

Related Posts