August 1, 2021
HUKUM & KRIMINAL

Langgar Keimigrasian, Kyle “Yoga Orgasme” Asal Kanada Dideportasi dari Bali

LiterasiPost.com, Denpasar –
Kantor Imigrasi akhirnya mendeportasi WNA asal Kanada, Christopher Kyle Martin (38) ke negara asalnya dan namanya dimasukkan ke dalam daftar tangkal. Kyle sempat viral gara-gara mengunggah promosi kegiatan Yoga bertajuk “Tantric Full Body Orgasm” di Bali.

Deportasi terhadap Kyle dilaksanakan pada Minggu (9/5/2021) pukul 15.20 WITA dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali ke Jakarta, selanjutnya menuju Doha dan Kanada menggunakan penerbangan Qatar Airways.

BACA JUGA :  Antisipasi Aksi Terorisme, Polda Bali Gelar Apel Siaga Operasional Power Of Hands Kapolda Bali

“Sesuai pasal 75 huruf a UU No. 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian, yang bersangkutan dianggap melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak menaati peraturan perundang-undangan,” ungkap Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk saat konferensi pers di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Minggu (9/5/2021).

Kyle mengakui acara Yoga Tantric Full Body Orgasm tersebut sudah lama diiklankan dan lupa dihapus. Yoga tersebut rencananya diselenggarakan pada tahun 2020 di Karma House of Tattoos, Ubud, Bali, tetapi ditunda hingga tahun 2021 karena dirinya tidak memiliki sertifikat sebagai instruktur yoga dan tidak memiliki izin kerja.

BACA JUGA :  Prodi P2WL UNMAS Tawarkan Kerja Sama Atasi Sampah di Denpasar

Kyle juga menyatakan bahwa yoga ini tidak memiliki kandungan seksualitas dikarenakan berbeda dengan genital orgasm dan lebih banyak mempelajari teknik pernafasan. Untuk mengikuti yoga ini peserta diminta membayar 20 Euro sudah termasuk membayar sewa tempat dan makanan pada saat acara berlangsung.

“Saya mengimbau kepada semua WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berperilaku tertib dengan menghormati hukum dan nilai budaya masyarakat Bali. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi menegakkan kehormatan dan kewibawaan negara di mata dunia,” ungkap Gubernur Bali Wayan Koster. (igp/r)

Related Posts