February 26, 2024
EKONOMI & PERBANKAN

Lewat Seminar Nasional, BPR Kanti Kenalkan Kredit Bantuan Likuiditas Koperasi

LITERASIPOST.COM, GIANYAR | BPR Kanti menyelenggarakan Seminar Nasional Koperasi Indonesia 2023 dengan tema “Apex Bank BPR Kanti – Koperasi, Memperkokoh Fondasi Dasar Koperasi” bertempat di Pusdiklat BPR Kanti, Gianyar, Kamis (2/11/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh 54 nasabah koperasi yang sudah eksisting serta 120 koperasi yang ada di Bali dan luar Bali.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba, MM menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar nasional ini sebagai bentuk pelaksanaan dari produk yang dimiliki BPR Kanti, yaitu Palugada (apa lu mau, gua ada). Produk tersebut terdiri dari pemberian fasilitas modal kerja, membantu kesulitan likuiditas, membuat produk bersama serta peningkatan capacity building.

Suasana Seminar Nasional Koperasi Indonesia 2023 dengan tema “Apex Bank BPR Kanti – Koperasi, Memperkokoh Fondasi Dasar Koperasi”. (Foto: Literasipost)

“Pelaksanaan seminar hari ini terkait dengan capacity building, bagaimana memperkuat kelembagaan dari nasabah-nasabah kita, dalam konteks Palugada tersebut. Melalui seminar ini pula, bagaimana kita membuat koperasi itu semakin kuat secara kelembagaan. Untuk itu kita hadirkan para pembicara yang kompeten di antaranya pakar koperasi dan notaris,” ujar Amitaba.

Pada kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan kerja sama terkait layanan digitalisasi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi serta penandatanganan pemberian kredit dari Bank DKI kepada BPR Kanti yang tentunya dapat dimanfaatkan oleh koperasi dalam meningkatkan pemupukan dana untuk disalurkan berupa kredit kepada anggota koperasi.

Selain itu BPR Kanti juga memperkenalkan jenis layanan ’’Kredit Bantuan Likuiditas Koperasi’’ untuk mengatasi kesulitan likuiditas yang dialami koperasi akibat menerima dana jangka pendek dan menyalurkan dana jangka panjang yang tidak pas sehingga terjadi mismatch.

BACA JUGA :  Pasien Covid-19 Meningkat, RSUP Sanglah Siapkan Pemetaan Penanganan

“Masih sebatas ide yang nanti akan kita sempurnakan, tapi sekarang kita perkenalkan dulu, guna membantu koperasi yang mengalami mismatch karena terjadi kesenjangan antara dana yang dihimpun dalam jangka waktu pendek namun disalurkan dalam jangka waktu panjang. Nah, ketimpangan inilah yang akan membuat Koperasi bermasalah atau mengalami kesulitan likuiditas, oleh karena itu kami berupaya agar koperasi tetap eksis dan kesulitan likuiditas tersebut bisa diatasi. Terbukti di masa pandemi lalu, bank dan BPR termasuk koperasi mengalami krisis likuiditas. Ada beberapa koperasi bermasalah yang kita support pada saat itu, dengan segala kemampuan, keterampilan, keilmuan, pengalaman dan fondasi dasarnya adalah saya sebagai putra daerah turut serta dalam membantu sehingga koperasi yang sakit itu kembali bisa melaksanakan aktivitasnya hingga saat ini,” tuturnya.

Seminar nasional ini menghadirkan pembicara, di antaranya Tokoh Koperasi Bali I Gede Indra Dewa Putra, Master Trainer BNSP Dewa Gede Widnyana Putra, Ketua Umum IMFEA Ahmad Subagyo, Kadis Koperasi dan UKM Bali Wayan Ekadina, Plt Dirut Bank DKI Amirul Wicaksono, serta Notaris Ketut Suta. (igp)

Related Posts