June 19, 2021
EKONOMI & PERBANKAN

Pasar Eropa “Fanatik” Vanili Bali, Ini Rahasianya

LiterasiPost.com, Denpasar –
Bali kembali menjadi sorotan pasar ekspor Eropa karena mampu memberikan kualitas super untuk komoditas pertaniannya. Setelah mampu memperluas pasar buah segarnya ke Belanda, kembali pasar Eropa mengungkap bahwa pasarnya hanya mau menerima vanili dari Bali.

BACA JUGA :  Media Gathering OJK, Giri Tribroto: Semeton Media adalah Partner

Ada apa dengan vanili Bali yang diincar pasar Eropa? Kepala Balai Karantina Denpasar, Terunanegara turun langsung ke perkebunan vanili yang ada di Jembrana seluas sekitar 100 hektar dengan anggota petani 110 orang, untuk meninjau langsung produksi vanili yang berpusat di kabupaten paling barat di Bali ini.

Di balik suksesnya menjaga kualitas vanilinya, Ketua Kelompok Tani Bali Yeh Hembang Kauh, Made Yudiana menuturkan bahwa pihaknya tidak akan memetik vanili jika belum matang. “Kami di sini panen dengan sistem selektif polong bukan ruut/tandan, mana yang matang itu yang dipetik,” ungkap Yudiana sambil menunjukkan kebun vanilinya.

Kepala Balai Karantina Denpasar, Terunanegara meninjau perkebunan vanili di Jembrana. (Foto: ist)

Pemetikan buah vanili dengan sistem panen selektif polong menjadikan kualitas vanili Bali dikagumi oleh pasar Eropa, dimana selama ini banyak petani yang panen dengan sistem ruut/tandan. “Memang lebih memakan waktu lama di masa panen, tapi ternyata hasil panen ini yang memberikan kualitas super yang dicari pasar mancanegara, dan kita bisa bersaing harga mahal,” tambahnya.

Terunanegara mengungkapkan fakta di lapangan, potensi vanili di Bali khususnya di Jembrana memberikan prospek yang sangat luar biasa untuk peningkatan ekspor nantinya. Hal ini terlihat dari program petani Bali “Satu Petani Seribu Pohon Vanili”. Targetnya adalah seribu petani untuk seluruh Bali sehinggga bisa mengimbangi kebutuhan pasar mancanegara yang terus meningkat.

BACA JUGA :  TPID Karangasem Dorong Gerakan Gemar Menanam Bahan Pangan

“Program satu petani seribu pohon sejalan dengan program gratieks yaitu sama-sama arahnya ke peningkatan ekspor, kerja sama petani dan karantina sangat penting,” ujar Terunanegara di hadapan para petani vanili.

Selain peningkatan produksi dan kualitas, penambahan pasar juga mutlak dilakukan. Hal ini untuk menyeimbangkan antara produksi dan distribusi sehingga tidak ada penumpukan hasil panen yang nantinya bisa menjatuhkan harga.

Dari data Iqfast karantina Denpasar, di tahun 2020 ekspor vanili dari Bali untuk pasar USA dan Eropa mencapai 30 ton. “Karantina akan mencarikan pasar-pasar baru sehingga petani tetap semangat berproduksi dan tahu ke mana pemasarannya,” tutup Terunanegara. (igp/r)

Related Posts