May 13, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Penerapan SME ISO 50001:2018, Bandara Ngurah Rai Jadi Target Pertama

LiterasiPost.com, Badung –
PT Angkasa Pura I (Persero) memulai proses tahapan penerapan Sistem Manajemen Energi (SME) ISO 50001:2018 di lingkungan perusahaan melalui pelaksanaan kick off meeting dengan pihak Direktorat Konservasi Energi – Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) serta United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia pada Kamis (18/2/2021) secara virtual.

Kick off meeting ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan nota kesepahaman tentang penerapan konservasi energi dan pemanfaatan energi terbarukan secara berkelanjutan pada bandara yang sebelumnya dilakukan antara Angkasa Pura I dan Ditjen EBTKE KESDM pada 22 Oktober 2020 lalu. Pada kick off meeting dibahas mengenai rincian rencana kerja dan kerangka waktu dalam pengerjaan persiapan Sistem Manajemen Energi serta pembentukan Tim Energi dan Tim Pendukung Sistem Manajemen Energi (EnMS) perusahaan.

BACA JUGA :  Raih "Klinik Berprestasi", Klinik Pratama Anugerah Komit Beri Layanan Prima Tanpa Bedakan Pasien

“Angkasa Pura I berkomitmen untuk dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan hidup di mana hal ini juga menjadi salah satu misi perusahaan. Pengelolaan energi terbarukan merupakan wujud dari implementasi misi perusahaan tersebut. Terkait konservasi energi melalui penerapan sistem manajemen energi dan pemanfaatan energi baru terbarukan di bandara, manajemen telah mendatangani nota kesepahaman dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM pada Oktober lalu,” ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi.

Selain itu, lanjut Faik Fahmi, manajemen juga telah menerbitkan instruksi tentang langkah-langkah penurunan gas emisi rumah kaca di bandara-bandara yang dikelola perusahaan. Instruksi ini memuat rencana aksi untuk mendukung konservasi energi seperti pemanfaatan energi baru terbarukan melalui penggunaan pembangkit listrik tenaga surya, penggunaan lampu penerangan jalan solar cell, penggunaan lampu LED, dan penggunaan peralatan hemat energi lainnya yang mendukung kegiatan operasional bandara.

BACA JUGA :  Gathering Pariwisata Implementasi CHSE di Kuta Utara, Pelaku Wisata Singgung SE Gubernur

Terkait penerapan sistem manajemen energi, Angkasa Pura I menjadikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali sebagai bandara pertama yang ditargetkan meraih sertifikasi sistem manajemen energi ISO 50001:2018. Bandara I Gusti Ngurah Rai dipilih pada program ini karena bandara ini merupakan salah satu bandara dengan aktivitas tersibuk. Meningkatnya operasional bandara berdampak pada peningkatan konsumsi energi, baik penggunaan energi listrik maupun energi bahan bakar minyak (BBM).

“Melalui kerja sama dengan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM dan UNDP, kami berharap penerapan Sistem Manajemen Energi ISO 50001:2018 di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dapat memberikan upaya konservasi dan penghematan energi yang nyata untuk mendukung bandara ramah lingkungan atau green airport serta Angkasa Pura I dalam berkontribusi dalam menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor transportasi sebagai wujud kontribusi positif terhadap lingkungan,” ujar Faik Fahmi. (igp/r)

Related Posts