May 13, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Musda XIV DPD ASITA 1971 Bali, Putu Winastra Terpilih Jadi Ketua DPD 2020-2024

LiterasiPost.com, Badung –
Putu Winastra, S.Sos akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD ASITA 1971 Bali Periode 2020-2024. Sedangkan I Ketut Jaman, SS., M.Si., CMMC sebagai Ketua Depeta (Dewan Pengawas Tata Krama) ASITA 1971 Bali Periode 2020-2024. Pemilihan tersebut berlangsung pada Musda XIV DPD ASITA 1971 Bali di Hotel Hilton Bali Resort, Nusa Dua, Rabu (16/12/2020).

Ketua Panitia Pelaksana Musda XIV DPD ASITA 1971 Bali, IG Ayu Kade Purnamawati, SE mengatakan musda kali ini mengangkat tema “Menghadapi Tantangan Tatanan Kehidupan Era Baru, ASITA 1971 Bali Wujudkan Pariwisata Maju dan Cemerlang”. Agendanya adalah penyampaian laporan dan pertanggungjawaban DPD, mengesahkan rencana kerja periode berikutnya serta memilih Ketua DPD dan Ketua Depeta.

BACA JUGA :  "Kebahagiaan Tanggung Jawab Kita Bersama'" Jadi Tema HUT ke-233 Kota Denpasar

“Musda diikuti oleh full members dan associate members sebanyak 166 BPW dan 35 undangan yang berlangsung secara hybrid (online dan offline) sebagai penerapan protokol kesehatan,” kata Ayu.

Ketua DPD ASITA 1971 Bali Periode 2016-2020, I Ketut Ardana, SH menyampaikan dengan kondisi kepariwisataan yang paling terpuruk sepanjang sejarah akibat Covid-19 serta berdampak melemahnya ekonomi secara global, maka tantangan kepariwisataan ke depan semakin berat khususnya bagi Biro Perjalanan Wisata (BPW). Pihaknya berharap ASITA 1971 menjaga soliditas di tengah ujian yang bersifat internal dan eksternal dalam tubuh organisasi.

BACA JUGA :  Apresiasi Kepada Guru/Dosen, Bali Bird Park Beri Masuk Gratis

“Tetap optimis ke depannya ASITA 1971 bisa berkiprah, berkarya serta berkontribusi besar terhadap kemajuan kepariwisataan Bali/Indonesia. Bagi Ketua yang terpilih diharapkan seorang pemimpin amanah dan penuh tanggung jawab saat menjalankan kepemimpinannya, mampu melaksanakan tugas dengan baik, sehingga anggota merasa dilindungi dan menjadikan ASITA 1971 Bali sebagai organisasi yang lebih maju,” ujar Ardana.

Sementara Ketua Umum DPP ASITA 1971, Artha Hanif menyampaikan tema yang diangkat pada Musda ini sangat cocok dengan dinamika yang dihadapi oleh semua pelaku bisnis wisata khususnya yang ada di Bali. Sebelum pandemi, Bali merupakan destinasi paling favorit bagi wisatawan mancanegara dan domestik. Pendapatan masyarakat dan pemerintah daerah di Bali juga sangat mengandalkan sektor pariwisata.

BACA JUGA :  Rencana Dibukanya Border Pariwisata Internasional ke Bali, Nurjaya: Kami Dukung Apapun Keputusan Pemerintah

“DPP ASITA 1971 sangat mengharapkan kejayaan kembali DPD ASITA 1971 Bali dan para anggotanya dengan menghasilkan program-program organisasi yang berkualitas khususnya dalam melakukan terobosan-terobosan yang kreatif dan membangun koordinasi yang intens dengan pemerintah daerah/kelembagaan terkait serta memberdayakan potensi dan sinergitas para anggota di bawah kepemimpinan yang baru, cakap dan amanah,” ungkap Artha Hanif.

ASITA didirikan dengan tujuan sebagai wadah tempat berkumpulnya para pengusaha Usaha Jasa Perjalanan Wisata, hingga saat ini tercatat sebanyak 404 anggota aktif dengan spesialisasi inbound tour.

BACA JUGA :  Dukung Pelestarian Alam, PLN UID Bali Kembangkan Wisata Konservasi Hutan Mangrove di Pemogan

DPD ASITA Bali dengan tegas menyatakan bahwa ASITA didirikan pada 7 Januari 1971 dengan Akta Pendirian No. 170 tanggal 15 Maret 1975. ASITA hingga saat ini telah terbentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Berdasarkan akta pendirian tersebut, sampai saat ini belum pernah menyatakan diri dibubarkan atau belum pernah dibubarkan oleh negara sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku. (igp)

Related Posts