August 1, 2021
PENDIDIKAN

PPDB 2021/2022, Pemprov Bali Pastikan Tidak Ada Lulusan SMP Tercecer

LiterasiPost.com, Denpasar –

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali memastikan tidak akan ada lulusan SMP yang tercecer akibat tidak mendapatkan sekolah SMA Negeri/Swasta pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK Tahun Pelajaran 2021/2022 di Provinsi Bali. Penegasan ini disampaikan Kadisdikpora Provinsi Bali, Dr. KN. Boy Jayawibawa, Rabu (19/5/2021).

Hal ini didasari ketersediaan daya tampung SMA/SMK Negeri/Swasta di Provinsi Bali yang sudah melebihi dari jumlah kebutuhan atau kelulusan SMP. Dari data yang ada jumlah kelulusan SMP se-Bali sebanyak 61.436 orang, sedangkan daya tampung yang sudah tersedia sebanyak 78.934, sehingga terdapat kelebihan daya tampung sebanyak 17.498 orang.

BACA JUGA :  Makin Moncer, SMK TI Bali Global Badung Pilihan Tepat

“Sekali lagi saya tegaskan, PPDB tahun ini tidak akan ada lagi gelombang II, III atau IV seperti tahun sebelumnya. Berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan PPDB pada SMA dan SMK, jadi hanya dilaksanakan dalam satu gelombang,” kata Boy Jayawibawa.

Tahapan PPDB yang sedianya dibuka mulai 14 Juni 2021 akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni Tahap I pada 14-16 Juni 2021 (jalur afirmasi, jalur inklusi, jalur sertifikat prestasi), Tahap II 21-23 Juni 2021 (jalur zonasi dan jalur sekolah dengan perjanjian), dan Tahap III 28-30 Juni 2021 (jalur rangking nilai rapor). Daftar ulang bagi peserta didik yang dinyatakan diterima dilakukan pada 5-7 Juli 2021.

“Calon peserta didik yang telah dinyatakan lulus pada Tahap I tidak dibolehkan mengikuti Tahap II dan III. Bagi calon peserta didik yang tidak lulus di Tahap I dapat mengikuti Tahap II atau III. Hal ini untuk memastikan semua calon peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan sekolah,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Bayi Bekantan Lahir di Bali Safari, Pecinta Satwa Diminta Beri Nama

Lebih jauh dijelaskannya secara keseluruhan skema pendaftaran SMA dibagi menjadi 5 jalur, yakni Jalur zonasi (50 persen), Jalur Afirmasi termasuk Jalur inklusi (15 persen), Jalur Perpindahan Tugas Orang Tua/Wali (5 persen), Jalur Sertifikat Prestasi (20 persen), Jalur Rangking Nilai Rapor (10 persen). Sementara untuk Jalur Pendaftaran PPDB SMK dibagi menjadi Jalur Zonasi (10 persen), Jalur Afirmasi termasuk Jalur Inklusi (30 persen), Jalur Sertifikat Prestasi (15 persen), Jalur Ranking Nilai Rapor (45 persen).

“Perankingan dilaksanakan sesuai mekanisme masing-masing jalur, seperti pada jalur zonasi memprioritaskan jarak alamat tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zona yang ditetapkan berdasarkan jarak udara, dengan terlebih dahulu memprioritaskan alamat berdasarkan kartu keluarga dan kemudian alamat berdasarkan surat keterangan domisili,” ujarnya sembari meminta para calon peserta didik baru agar mulai menyiapkan dokumen yang menjadi persyaratan PPDB, kemudian melakukan pendaftaran secara online pada portal PPDB Provinsi Bali dengan alamat https://bali.siap-ppdb.com.

BACA JUGA :  SMKN 3 Denpasar Fasilitasi Program Magang Industri Smart Training Bispar Tahun 2021

“Jika ada kendala saat melakukan pendaftaran, dapat menghubungi Posko PPDB di sekolah pilihan, yang telah kami bentuk sebelumnya untuk membantu kelancaran pelaksanaan PPDB, khususnya daerah-daerah yang memiliki hambatan,” pungkas Boy. (igp/r)

Related Posts