July 30, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Musisi dan Film Maker Sampaikan Pesan Kebersamaan

LiterasiPost.com, Denpasar –
Dua musisi dari Bali, Octav Sicilia dan Ras Muhamad berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah lagu yang menyuarakan pesan akan kebersamaan tetapi juga sekaligus sebagai kritik sosial. Lagu dan video klipnya diluncurkan untuk mengingat satu tahun ditemukannya virus Corona di Indonesia.

Lagu berjudul “Tears and Blood” itu kemudian dibuatkan klipnya oleh Erick EST untuk memperluas dan memperkuat harapan yang ingin disampaikan. “Idenya berawal dari rasa prihatin karena Indonesia ini negeri yang begitu kaya tetapi kenapa masih banyak orang yang kelaparan. Ketika masa pandemi, kesenjangan itu makin terasa,” kata Octav yang menjadi pencipta lagu saat jumpa pers di Denpasar, Rabu (3/3/2021).

BACA JUGA :  Simakrama dengan Relawan Renon, AMERTA Diingatkan Soal Pelestarian Budaya

Ia kemudian mengajak Ras Muhamad untuk berkolaborasi karena penyanyi bergenre reggae dirasa akan memberikan warna yang berbeda sehingga musiknya akan bisa dinikmati kalangan yang lebih luas. Octav sendiri biasanya memainkan musik yang lebih bernuansa Blues dan Folk kadang kala dengan sentuhan Hip Hop dan Soul.

Dalam proses lebih lanjut, pentolan grup Antrabes ini bertemu dengan sutradara Erick EST. Saat itu Erick selain sibuk dengan pekerjaannya juga sedang aktif membantu warga yang membutuhkan bahan pangan melalui gerakan Anti Lapar. Pertemuan itulah yang memicu semangat untuk menyatukan ide antara lagu dan video klip.

BACA JUGA :  Kantongi Sertifikasi CHSE dan Vaksinasi, Member UHA Siap Terima Wisatawan dengan Aman dan Nyaman

Erick menyebut, bersama sejumlah elemen lainnya, ia membagi-bagikan bahan pangan secara gratis bagi warga yang membutuhkan. “Aku senang bisa terlibat dalam karya ini karena sejalan dengan pandanganku mengenai apa yang harus dilakukan di masa pandemi,” kata pemilik EST Movie ini.

Aksinya membagi bahan pangan sebenarnya bermula dari keprihatinan atas kebijakan yang dianggap tidak tepat di masa pandemi. Yakni, adanya program untuk mempromosikan Bali dengan mengundang para influencer dan membiayai mereka jalan-jalan ke Bali. “Itu ironis sekali, karena saat itu sudah banyak orang kesulitan untuk makan, makanya aku bertindak konkret dengan membagikan bahan pangan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pelatihan Manajemen Media dan Pengenalan Karakteristik Medsos, Polda Gandeng ITB STIKOM Bali

Melalui videonya, Erick juga ingin menyampaikan pesan bahwa siapapun akan bisa bertahan di masa pandemi dengan tetap menjaga kreativitas. Jangan segan-segan pula untuk memanfaatkan media-media baru seperti youtube dan platform media sosial lainnya ketika panggung di dunia nyata masih belum bisa diselenggarakan.

Lagu dan video klip diluncurkan Rabu (3/3/2021) melalui channel Youtube pada pukul 19.00 WITA. (igp/r)

Related Posts