Sekitar 10 Persen Penduduk Bali jadi Investor Pasar Modal, BEI Gencarkan Literasi

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Jumlah investor pasar modal di Bali per Juni 2026 secara keseluruhan (saham, obligasi, reksadana dan produk turunannya) sebanyak 425.369 investor. Jumlah tersebut tumbuh sebesar 65.884 investor baru atau kurang lebih 18,3% dari tahun sebelumnya (year to date/ytd).
“Jumlah investor itu ada sekitar 10 persen dari jumlah penduduk Bali yang mencapai 4 jutaan jiwa, dan tentunya konsisten selama lima tahun ke belakang kenaikan jumlah investor selalu di atas 20 persen”, ujar Kepala Wilayah Bali Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Bali, I Gusti Agus Andiyasa saat kegiatan Workshop Wartawan Daerah Bali Tahun 2026 bertempat di Ruang Pelatihan Kantor Perwakilan BEI Bali, Denpasar, Jumat (31/7).
“Kami bersama stakeholders di antaranya OJK serta pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali terus melakukan literasi ke masyarakat agar bisa memanfaatkan salah satu instrumen investasi tersebut”, imbuhnya.
Lanjut Agus, khusus untuk produk saham, jumlah investor di Bali per Juni 2026 mencapai 210.212 investor, Jumlah ini tumbuh sebesar 24.719 investor baru atau 13,3% dari tahun sebelumnya (ytd).
Secara demografis investor di Bali terbanyak berada di wilayah Kota Denpasar sebanyak 34,7%, disusul Kabupaten Badung sebanyak 19,1% dan Kabupaten Buleleng sebanyak 10,7%.
“Buleleng luar biasa bisa di posisi ketiga, kami punya dua galeri investasi di sana yaitu di kampus UNDIKSHA dan MPU KUTURAN, mereka membantu kami untuk memasyarakatkan atau memberikan literasi tentang pasar modal terutama di lingkungan mahasiswa dan masyarakat, dan dampaknya terlihat kabupaten ini bisa di posisi terbanyak ketiga di Bali’, sebutnya.
Sementara itu klasifikasi investor saham di Bali berdasarkan jenis pekerjaan, tentunya mereka yang sudah bekerja mendominasi sebanyak 44,5%, kemudian wirausaha sebanyak 15% dan pelajar/mahasiswa sebanyak 14%.
Agus menambahkan bahwa saat ini di Bali terdapat sebanyak 32 Galeri Investasi BEI dan 18 anggota bursa/perusahaan efek.
“Galeri investasi bekerja sama dengan kampus, non-kampus, asosiasi, instansi seperti Rumah BUMN Denpasar dan lainnya, juga Galeri Investasi Edukasi yaitu dengan SMA, walaupun mereka belum punya KTP tapi setidaknya mengenali dahulu tentang pasar modal sehingga ketika mereka sudah dewasa dan punya penghasilan maka sudah tahu banyak pilihan, tidak hanya properti atau emas saja, tapi ada alternatif lainnya berupa investasi di pasar modal’, pungkas Agus. (L’Post)














