August 1, 2021
HUKUM & KRIMINAL

Selamatkan Generasi Muda, Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkotika dan Psikotropika

LiterasiPost.com, Denpasar –

Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs. I Ketut Suardana, M.Si. didampingi Dir Narkoba Polda Bali Kombes Pol Mochamad Khosim, S.I.K., M.H., melakukan pemusnahan barang bukti narkotika dan psikotropika di halaman belakang Mapolda Bali, Denpasar, Kamis (6/5/2021).

Turut hadir Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Drs. Gede Sugianyar, M.Si., Kajati Bali, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar, Kadiskes Provinsi Bali, Kepala BPOM Bali, serta Rektor Universitas Mahasaraswati dan Universitas Dwijendra.

BACA JUGA :  PLN Peduli Bersama Pokdarwis Ambengan Ijo Gading Lakukan Tanam Pohon

“Barang bukti narkoba dan psikotropika tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus Cipkon Ditresnarkoba Polda Bali pada tahun 2020 dan 2021,” ujar Mochamad Khosim.

Jumlah barang bukti yang dimusnahkan, yakni Shabu/metamfetamina sebanyak 748,13 gram, Ganja 1.850,59 gram, Extasy/Amfetamine 1.800 butir, Extasy serbuk  37,24 gram, Tembakau gorila 253 gram dan Psikotropika 67.410 butir.

BACA JUGA :  Peluncuran Film “Sejauh Kumelangkah” Versi Inklusif

Sambutan Kapolda Bali yang dibacakan Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs. I Ketut Suardana, M.Si., menyampaikan beberapa waktu lalu Kapolri merilis pengungkapan kasus yang cukup besar, yaitu sebanyak 2,5 ton narkoba yang merupakan jaringan Timur Tengah dan Malaysia.

Pengungkapan yang cukup besar tersebut merupakan prestasi yang luar biasa, namun di sisi lain menunjukkan bahwa suplai narkoba di Indonesia masih cukup besar untuk dijadikan pasar dikarenakan demand yang masih cukup tinggi.

BACA JUGA :  Pelaku Pembunuhan Cewek di Batanghari Dibekuk di Jember

“Dan, saya yakin Bali merupakan salah satu sasaran peredaran gelap narkoba dan jaringan narkoba juga sudah merasuk diberbagai lapisan masyarakat dan tidak mengenal umur, tidak hanya orang dewasa namun juga anak-anak dan remaja sangat rentan bahaya narkoba,” ujarnya.

Memang sangat ironis dimasa pandemi seperti ini masih banyak masyarakat yang terlibat penyalahgunaan narkoba. Jaringan gelap narkoba ini sangat membahayakan dan tidak akan pernah berhenti pada situasi apapun untuk merusak generasi bangsa.

BACA JUGA :  Operasi Pengawasan Orang Asing di Baliarum, Kemenkumham Tak Temukan Pelanggaran

“Terimakasih kepada Ditresnarkoba Polda Bali dan jajaran, atas upaya pengungkapan kasus narkoba yang sudah dilakukan selama ini, namun pesan saya agar jangan berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai, terus tingkatkan kinerja dan awasi setiap anggota karena tidak menutup kemungkinan jaringan gelap narkoba akan mempengaruhi integritas petugas terjerumus dan dijadikan bagian dari bisnis haram tersebut, tugas kita bersama untuk berupaya memberantas peredaran gelap narkoba melalui upaya Preemtif, Preventif maupun Represif yang harus terus menerus kita lakukan,” pesan Waka Polda.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pemusnahan barang bukti, dan selanjutnya pemusnahan dengan cara diblender dan dibakar. (igp)

Related Posts